Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Namanya lekat dengan Trio Los Gilos, Kwartet Jaya, dan kelompok musik Eka Sapta.

Rumah tersebut juga pernah menjadi ruang berkumpul dan bertukar gagasan para seniman pada era 1950-an hingga 1970-an. Adi Bing Slamet menyebut kediaman itu sebagai markas kreatif keluarga dan para pekerja seni.

| Baca Juga: Musikal Sirena: Air Mata dari Lautan Bakal Libatkan Talenta Muda dan Musisi Disabilitas

"Mengubah kediaman ini menjadi museum, kami merasa kehangatan dan semangat itu dihidupkan kembali," ujar Adi, dikutip dari TVRI News pada 28 September 2026.

Ia berharap rumah tersebut tidak berhenti sebagai tempat mengenang sang ayah, tetapi ikut merayakan sejarah kebersamaan para seniman Indonesia.

Adi dan Adzana Hadir di Pembukaan

Peresmian museum juga menjadi momen khusus bagi keluarga. Adi Bing Slamet hadir sebagai perwakilan keluarga, sementara Adzana Bing Slamet datang bersama suaminya, Rizky Alatas, dan kedua anak mereka.

Menariknya, museum ini lahir dari mimpi keluarga untuk mengabadikan peninggalan Bing Slamet.

| Baca Juga: Apa Pekerjaan Kadam Sidik? Pendakwah Muda yang Beri Mahar Rp1 Juta dan Tafsir

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui revitalisasi rumah dengan renovasi ringan agar nilai historis bangunan tetap terjaga.

Bisa Datang Kapan dan Bayar Berapa?

Museum Bing Slamet sudah dibuka untuk umum sejak peresmian pada 27 September 2026.

Namun, dalam informasi pembukaan yang tersedia hingga 1 Oktober 2026, belum tercantum tarif tiket maupun jam operasional kunjungan reguler. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: