Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Rumah peninggalan Bing Slamet, ayah Adi Bing Slamet, di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, kini resmi menjadi Museum Bing Slamet.

Museum tersebut diresmikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 27 September 2026, bertepatan dengan Hari Komedi Nasional sekaligus hari kelahiran sang maestro.

Yang menarik, pengunjung tidak hanya akan menemukan benda-benda lama. Rumah yang pernah menjadi tempat berkumpul para seniman itu tetap mempertahankan sejumlah bagian aslinya sehingga cerita tentang Bing Slamet terasa lebih dekat.

Apa Saja yang Ada di Museum Bing Slamet?

Museum ini memiliki delapan area yang membawa pengunjung mengikuti perjalanan Bing Slamet, mulai dari masa kecil, musik, lawak, film, keluarga, jejaring seniman, perjuangan kemerdekaan, hingga ruang apresiasi.

| Baca Juga: Dari 'Long As I Get Paid' hingga 'Reacher', Jejak Karier Agnez Mo Kini Abadi di Hard Rock

Total koleksinya mencapai 105 benda, dan jumlah tersebut masih dapat bertambah. Beberapa koleksi yang bisa ditemui antara lain gitar, piringan hitam, piagam penghargaan, dan pakaian.

Ada juga surat pribadi, foto keluarga, poster film, kaset, serta memorabilia lainnya. Pengunjung juga bisa melihat ruang dan bagian autentik rumah peninggalan Bing Slamet.

Museum ini juga tidak sepenuhnya bernuansa klasik. Ada beberapa fasilitas interaktif yang bisa dinikmati, seperti radio lama dan headphone bergaya vintage.

Pengunjung juga dapat mencoba AI photo booth, fasilitas dubbing suara, serta peta digital Jakarta tempo dulu.

| Baca Juga: Ananda Omesh Jadi Mahasiswa Lagi, Ambil S2 Unpad Setelah 15 Tahun Lulus Sarjana

Tersedia pula ruang pertunjukan yang nantinya dapat digunakan untuk kegiatan seni dan budaya.

Kenapa Rumah Ini Penting?

Bing Slamet dikenal bukan hanya sebagai pelawak. Ia merupakan penyanyi, pencipta lagu, aktor, dan komedian yang memiliki perjalanan panjang di dunia hiburan Indonesia.

Namanya lekat dengan Trio Los Gilos, Kwartet Jaya, dan kelompok musik Eka Sapta.

Rumah tersebut juga pernah menjadi ruang berkumpul dan bertukar gagasan para seniman pada era 1950-an hingga 1970-an. Adi Bing Slamet menyebut kediaman itu sebagai markas kreatif keluarga dan para pekerja seni.

| Baca Juga: Musikal Sirena: Air Mata dari Lautan Bakal Libatkan Talenta Muda dan Musisi Disabilitas

"Mengubah kediaman ini menjadi museum, kami merasa kehangatan dan semangat itu dihidupkan kembali," ujar Adi, dikutip dari TVRI News pada 28 September 2026.

Ia berharap rumah tersebut tidak berhenti sebagai tempat mengenang sang ayah, tetapi ikut merayakan sejarah kebersamaan para seniman Indonesia.

Adi dan Adzana Hadir di Pembukaan

Peresmian museum juga menjadi momen khusus bagi keluarga. Adi Bing Slamet hadir sebagai perwakilan keluarga, sementara Adzana Bing Slamet datang bersama suaminya, Rizky Alatas, dan kedua anak mereka.

Menariknya, museum ini lahir dari mimpi keluarga untuk mengabadikan peninggalan Bing Slamet.

| Baca Juga: Apa Pekerjaan Kadam Sidik? Pendakwah Muda yang Beri Mahar Rp1 Juta dan Tafsir

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui revitalisasi rumah dengan renovasi ringan agar nilai historis bangunan tetap terjaga.

Bisa Datang Kapan dan Bayar Berapa?

Museum Bing Slamet sudah dibuka untuk umum sejak peresmian pada 27 September 2026.

Namun, dalam informasi pembukaan yang tersedia hingga 1 Oktober 2026, belum tercantum tarif tiket maupun jam operasional kunjungan reguler. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: