Amanda Rawles dan Wafda Saifan Sampaikan Emosi dalam 'Cerita Seperjalanan'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Ketakutan dan kekhawatiran tidak selalu mudah diungkapkan, bahkan kepada orang-orang terdekat. Melalui film pendek 'Cerita Seperjalanan', Bernardus Raka mengangkat pergulatan tersebut dalam kisah tentang hubungan, komunikasi, dan pentingnya dukungan orang-orang terdekat.
Amanda Rawles mengungkapkan bahwa sesi script reading yang awalnya dijadwalkan satu kali akhirnya ditambah atas kesepakatan dirinya dan Wafda Saifan untuk memperdalam karakter.
“Saat persiapan film ini, sebenarnya kami agak khawatir dan terasa cukup menantang, karena dengan durasi 20 menit dan persiapan yang singkat, gimana caranya kita supaya bisa menciptakan karakter yang kompleks," jelas Amanda Rawles kepada media di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026).
Apalagi di beberapa bagian tidak banyak dialog, tetapi perasaannya harus tersampaikan. Konflik tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Amanda Rawles dalam memerankan Yara.
| Baca Juga: Puji Totalitas Akting Irma Rihi, Hanung Bramantyo Beri Peran Penting di Film ‘Oki dan Nirmala’
Sampaikan Emosi dalam 20 Menit
Amanda perlu menghadirkan emosi karakter yang kompleks dalam durasi film yang terbatas, sekaligus membuat penonton memahami perasaan dan pergulatan batin tokoh yang diperankannya.
"Aku paling merasa challenge sekali kalau misalnya dengan waktu yang ingin persiapan, terus juga cerita yang pendek, dan enggak terlalu banyak digali dari segi karakter, tapi tetap harus terlihat kompleks karakternya, punya emosi yang ber-layer,” jelas Amanda lagi.
Menurut Amanda, durasi cerita yang hanya sekitar 20 menit membuatnya harus memastikan penonton tetap dapat terhubung dengan perasaan Yara. Dia juga perlu membangun chemistry dengan Wafda Saifan, yang memerankan Rava, agar hubungan kedua karakter terasa meyakinkan.
"Bagaimana caranya penonton dengan melihat cuma cuplikan 20 menit ini bisa memahami perasaannya Yara, bisa merasa terkoneksi, dan juga dapat feel chemistry-nya juga antara Yara dan Rava,” ujar Amanda.
| Baca Juga: Cut Tari Kembali ke Sinetron Setelah 6 Tahun Vakum, Siap Dibenci Penonton
Untuk mendalami karakter Yara, Amanda menggunakan pendekatan yang biasa ia lakukan ketika mempersiapkan diri untuk film panjang.
Dia berusaha memahami latar belakang karakter, bagaimana tokoh tersebut dibesarkan, motif di balik tindakannya, hingga ekspektasi yang dimilikinya.
"Daya tarik film ini tuh terletak pada kesederhanaan pesan yang dibawanya. Banyak orang terkadang terlalu sibuk memikirkan berbagai persoalan rumit hingga melupakan hal-hal sederhana yang sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kebahagiaan itu dekat, cuman kitanya aja yang ke mana-mana,” paparnya.
Wafda Ingatkan Hal Sederhana tapi Penting
Sementara itu, Wafda Saifan mengatakan, dia berusaha mencari hal-hal yang dekat dengan dirinya maupun karakter yang diperankan agar penampilannya terasa lebih organik.
| Baca Juga: Debut Akting di Film 'Pulang Kampung', Vanessa Simorangkir Jalani Latihan Intensif 3 Bulan
"Buat aku karakter Rava juga memiliki kedekatan personal. Karena mengingatkannya pengalaman saat meniti karier," ujar Wafdah.
Wafda mengaku tertarik terlibat karena cerita film ini mengangkat hal-hal sederhana yang kerap terlupakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kesederhanaan tersebut justru menjadi bagian penting yang layak diceritakan melalui film.
“Kadang kita lupa sama hal-hal yang sederhana. Kepala kita terlalu crowded, mikirin yang jelimet, yang rumit,” ujar Wafda.
Di balik persoalan yang dihadapi Yara dan Rava, Cerita Seperjalanan turut mengangkat pentingnya dukungan dari orang-orang terdekat ketika kehidupan tidak berjalan sesuai harapan.
| Baca Juga: Randy Pangalila Dalami Dunia Kedokteran untuk Perankan Dokter di Film 'Begu Ganjang'
Sutradara Bernardus Raka mengatakan film ini berangkat dari keresahan tentang berbagai hal buruk yang dapat terjadi dalam kehidupan.
Menurut dia, dalam situasi sulit, seseorang membutuhkan kehadiran orang lain yang membuatnya merasa ditemani dan dikuatkan. Dukungan itu bisa datang dari orang tua, teman, maupun pasangan.
“Kalau memang hal buruk itu benar-benar terjadi, kita punya support system yang bisa membuat kita terasa digandeng, terasa dirangkul. Dan itu bisa siapa pun, itu bisa orang tua, bisa teman, dan dalam konteks ini adalah pasangan,” ungkap Bernardus Raka.
Proses produksi film ini berlangsung dalam waktu relatif singkat. Praproduksi dimulai pada Juni–Juli 2026, sebelum syuting dilaksanakan pada Agustus 2026.
| Baca Juga: Cerita Yoriko Angeline Berperan jadi Istri Muda di Film Pirunduk
Dengan durasi 20 menit, tim kreatif menghadapi tantangan membangun karakter yang kompleks dan menyampaikan emosi melalui adegan yang tidak selalu mengandalkan dialog.
Cerita Seperjalanan mengikuti Rava (Wafda Saifan) dan Yara (Amanda Rawles), sepasang kekasih yang tengah mempersiapkan lamaran. Namun, rencana yang telah lama mereka nantikan mulai menghadapi hambatan ketika Rava tampak tidak serius mempersiapkan momen tersebut.
Kecurigaan perlahan tumbuh di benak Yara, sementara Rava menyimpan sesuatu yang belum mampu ia ungkapkan. Kabin mobil menjadi ruang intim bagi keduanya untuk berbicara dan meluapkan kata-kata. (*)







