Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

| Baca Juga: Selain Teuku Ryan, Pemeran 'Agent Kim Reactivated' Ini Juga Mirip Artis Indonesia

“Peserta tidak kami batasi untuk pelajar, tapi umum. Jadi ada peserta dari anak SMA dan sederajat, guru, dan pegiat budaya jadi satu. Latar belakang usia beragam. Itu menunjukkan bahwa aksara menyatukan mereka,” jelas Nanang.

Selain perlombaan menulis aksara Jawa, ‘Javanese Script Writing Competition’ juga diisi dengan agenda sakral Ikrar atau Sumpah Budaya serta Sarasehan Budaya yang mengangkat tema ‘Aksara Jawa Goes Digital’.

Pemenang ‘Javanese Script Writing Competition’ di Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya (Foto: VIVIA Media/Nadiah Sekar)

| Baca Juga: Jonathan Alden Full Senyum! Brisia Jodie Spill Reaksi Keluarga saat Umumkan Kehamilan

Sentuhan budaya juga terasa pada piala berbentuk candi dari zaman Majapahit yang disiapkan panitia. Desain tersebut dipilih agar para pemenang selalu mengingat akar sejarah peradaban.

“Ini dari pengrajin Trowulan, yang nanti diserahkan kepada pemenang. Jadi supaya tahu akar kita dulu itu dari Majapahit. Supaya kita tidak lupa. Tulisannya juga pakai aksara Jawa,” terang Nanang.

Melalui penyelenggaraan yang konsisten itu, Puri Aksara Rajapatni berharap pemerintah nantinya menurunkan aturan-aturan khusus untuk melindungi aksara Jawa. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: