Lee Hwan-kyung Sempat Menyerah Menulis 'Gasigogi', Kini Wujudkan Film Persembahan untuk Putranya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Sutradara Korea Selatan Lee Hwan-kyung membutuhkan waktu panjang untuk membawa Gasigogi ke layar lebar. Naskah film yang kini diproduksi di Indonesia itu sempat berulang kali terhenti karena Lee merasa terlalu sakit untuk menuliskan kisahnya hingga selesai.
Selama sekitar 15 tahun, Lee mencoba menulis naskah Gasigogi sebanyak lima kali. Namun, setiap kali kembali mengerjakannya, ia selalu berhenti sebelum cerita tersebut rampung. Bahkan, sempat muncul kabar di Korea Selatan bahwa ia telah menyerah dan meninggalkan proyek itu.
Lee mengakui, kesulitan tersebut berkaitan dengan perasaan pribadinya ketika berhadapan dengan cerita yang ingin ia sampaikan. Kisah itu terasa begitu menyayat hati hingga ia kesulitan menuangkannya ke dalam tulisan.
Setelah bertahun-tahun tertunda, kesempatan untuk menghidupkan Gasigogi kembali datang ketika Lee bertemu dengan tim Falcon Pictures, termasuk Naveen dan Frederica. Pertemuan tersebut memberinya keberanian untuk kembali menggarap cerita yang sempat ia pikir lebih baik dilupakan.
| Baca Juga: Pevita Pearce Bintangi Film Gasigogi, Langsung Yakin Usai Baca Naskah di Pesawat
Kini, melalui kerja sama Falcon Pictures dan Hwantasy Entertainment, Lee kembali duduk di kursi sutradara untuk menggarap film tersebut di Indonesia. Proyek ini juga menjadi kolaborasi berikutnya setelah ia menyutradarai Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia.
Bagi Lee, Gasigogi memiliki arti yang sangat pribadi. Jika Miracle in Cell No. 7 ia persembahkan untuk putrinya, film terbarunya ini ditujukan khusus bagi sang putra.
“Gasigogi adalah kisah tentang Jiwa, seorang ayah berhati mulia yang rela memberikan seluruh hidupnya demi menyelamatkan putranya, Juna, yang mengidap kanker darah. Saya ingin berterima kasih kepada Falcon Pictures yang telah membangun sebuah rumah besar, tempat cerita yang begitu megah dan seperti mimpi ini bisa tumbuh dengan bebas," kata Lee.
Ia juga mengucapkan terima kasih juga kepada Vino G. Bastian, Pevita Pearce, Faradina Mufti, serta begitu banyak pemain dan kru yang tanpa ragu langsung bergabung untuk menciptakan film tersebut.
"Seperti seorang ayah yang memberikan segalanya untuk anaknya, saya ingin mencurahkan seluruh kemampuan dan hati saya untuk menciptakan hadiah berharga bagi keluarga ini. Nama hadiah itu adalah Gasigogi. Tujuan saya sederhana: saya ingin membuat sebuah film yang begitu jujur dan menyentuh, sehingga ketika kredit film berakhir, hal pertama yang ingin dilakukan penonton adalah menelepon ayah mereka,” ungkap Lee.
| Baca Juga: Tika Panggabean Puji Kecerdasan Benidictus Siregar di Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
Judul Gasigogi sendiri terinspirasi dari ikan stickleback yang dikenal dengan perilaku induk jantannya dalam menjaga telur hingga mengorbankan dirinya demi kelangsungan hidup anak-anaknya. Gambaran tersebut menjadi dasar cerita tentang cinta seorang ayah dan pengorbanan yang dilakukan demi anaknya.
Melalui film ini, Lee ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai keluarga, keyakinan, dan kebersamaan menjadi bagian dari pendekatan yang ia bawa ke dalam film, bukan sekadar memindahkan formula dari karya sebelumnya.
Film Gasigogi dibintangi Vino G. Bastian, Pevita Pearce, dan Faradina Mufti. Mereka didukung Altaaf Akavi, Indro Warkop, Dea Panendra, Indra Jegel, Sadana Agung, Irma Novita Rihi, Luisa Adreena, Pritt Timothy, Verdi Solaiman, serta Kiki Narendra.
Produser Falcon Pictures, Frederica, menyambut kembalinya kerja sama dengan Lee. Ia percaya kemampuan sang sutradara dalam membangun cerita dan karakter dapat membawa Gasigogi menjadi film yang berkesan bagi penonton.
| Baca Juga: Bintangi Film 'Yang Disebut Nakal' Boris Bokir Kenang Kenakalan Masa Kecilnya
“Kami sangat bangga bisa kembali bekerja sama dengan Sutradara Lee Hwan-kyung untuk mewujudkan visi cerita yang begitu menyentuh ini. Dedikasi luar biasa dari para pemain dan kru, dipadukan dengan kemampuan Lee dalam merangkai cerita, menjadikan Gasigogi sebuah proyek yang sangat istimewa. Kami percaya film ini akan meninggalkan kesan emosional yang mendalam dan menjadi karya yang berkesan bagi perfilman Indonesia serta penonton di berbagai negara,” ujar Frederica.
Saat ini, Gasigogi masih menjalani proses produksi. Bagi Lee, film tersebut menjadi kesempatan untuk menuntaskan cerita yang telah lama ia perjuangkan sekaligus menyampaikan pesan tentang hubungan ayah dan anak melalui layar lebar.







