Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Komentar warganet tentang tumbuh kembang anak rupanya sempat membuat Erika Carlina kepikiran.

Ibu Andrew Raxy Neil, yang akrab disapa Baby Enduw, itu mengaku membawa putranya ke dokter setelah mendapat komentar tentang kondisi mata hingga cara berjalannya yang terlihat jinjit.

Lantas, apakah kebiasaan berjalan jinjit pada anak usia 1 tahun perlu dikhawatirkan?

Saat ditemui di Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Minggu (25/10/2026), Erika mengaku awalnya ingin bersikap cuek terhadap komentar tentang putranya.

| Baca Juga: Asap Karhutla Kalimantan sampai Jakarta, Erika Carlina Khawatirkan Kesehatan Anak

Namun, ia tetap memikirkan masukan tersebut dan memilih memastikan kondisinya melalui pemeriksaan medis.

"Sebenarnya aku mau bilang enggak, tapi ternyata ngikutin. Tadinya aku mau sok cuek, pengin jadi kayak ibu-ibu cuek," ujar Erika.

Ia menjelaskan bahwa salah satu komentar yang diperhatikan berkaitan dengan cara berjalan Andrew.

"Besokannya aku langsung bawa ke dokter. Terus kayak waktu itu kaki, 'Kok jalannya jinjit?' Aku bawa lagi ke dokter," kata Erika dalam wawancara tersebut.

| Baca Juga: Asap Karhutla Capai Jakarta, IDAI Ingatkan Bahaya dan Cara Lindungi Anak

Andrew lahir pada 1 Agustus 2025 dan kini berusia 1 tahun 2 bulan. Pada usia ini, anak masih berada dalam tahap perkembangan kemampuan berjalan sehingga kebiasaan berjinjit tidak otomatis menandakan adanya gangguan.

Apakah Berjalan Jinjit Berhubungan dengan Autisme?

Dilansir dari Mayo Clinic, berjalan menggunakan ujung kaki atau toe walking cukup umum terjadi pada anak yang baru belajar berjalan. Banyak anak berhenti melakukannya seiring bertambahnya usia.

Meski demikian, kebiasaan tersebut juga dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, termasuk gangguan saraf, masalah otot, dan autisme. Artinya, berjalan jinjit saja tidak cukup untuk menyimpulkan seorang anak mengalami autisme.

Dilansir dari CDC, penilaian autisme mempertimbangkan perkembangan komunikasi, interaksi sosial, serta pola perilaku anak. Orangtua sebaiknya tidak langsung menarik kesimpulan hanya berdasarkan satu kebiasaan fisik.

| Baca Juga: Stop Buru-Buru Ajari Anak Akademik, Begini Tahapan yang Benar Menurut Dokter Anak

Kapan Orangtua Perlu Memeriksakannya?

Orangtua disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika anak masih berjalan jinjit setelah berusia 2 tahun.

Pemeriksaan lebih awal diperlukan apabila anak kesulitan menapak dengan tumit, memiliki otot kaki yang kaku, atau menunjukkan gangguan koordinasi.

Orangtua juga perlu mencari saran medis jika anak hanya berjinjit pada satu kaki, mendadak berjalan jinjit setelah sebelumnya berjalan normal, atau mengalami nyeri dan kesulitan menjaga keseimbangan.

Bisa Dilatih di Rumah?

Jika anak masih dalam tahap belajar berjalan, orangtua dapat mengamati perkembangannya dan mengajaknya bermain sambil berdiri dengan telapak kaki menapak.

| Baca Juga: Gaya Hidup dan Ketidakseimbangan Hormon di Balik Meningkatnya Kasus Kanker Endometrium

Namun, hindari memaksa anak atau melakukan peregangan tanpa arahan tenaga kesehatan.

Apabila kebiasaan tersebut menetap atau disertai tanda lain, dokter anak dapat menilai pola berjalan, kekuatan otot, serta fleksibilitas kaki dan menentukan apakah terapi fisik diperlukan. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: