Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Proses pembordiran kebaya Vielga tidak dikerjakan oleh satu orang, melainkan melibatkan sejumlah perajin dengan keahlian yang berbeda. Ada perajin yang khusus membordir daun, ada yang mengerjakan bunga, dan ada pula yang menangani teknik kerancang.

Setiap bagian membutuhkan ketelitian tersendiri, sehingga pengerjaan satu kebaya membutuhkan waktu setidaknya satu minggu.

“Semua dikerjakan secara manual (handmade), bukan komputer. Dengan standar quality control yang tinggi, setiap kebaya dibuat dalam jumlah terbatas (limited edition), dengan warna-warna cerah dan motif bunga yang menjadi ciri khas kami,” papar Vielga.

| Baca Juga: Nina Nugroho Angkat Tenun Makassar ke Panggung Mode, Bawa Pesan Perempuan Berdaya

Libatkan 200 Perajin

Di balik setiap desain, ada lebih dari 200 perajin yang terlibat dalam pengerjaan bordir. Sebagian besar berada di Payakumbuh, Sumatera Barat, meskipun ada pula perajin di wilayah lain. Banyak di antaranya adalah perempuan yang mengerjakan bordir dari rumah sambil menjalankan tanggung jawab keluarga.

Bagi Vielga, mempertahankan bordir manual bukan semata-mata persoalan estetika. Ada keberlangsungan mata pencaharian yang ikut dipertaruhkan. Keterampilan membordir memberi ruang bagi para perajin untuk memperoleh penghasilan, terutama bagi mereka yang selama ini menggantungkan hidup pada pekerjaan tersebut.

“Saya ingin keterampilan mereka tetap punya nilai ekonomi. Pekerjaan membordir jangan hanya dianggap kegiatan sampingan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi keluarga,” katanya.

Jarak antara Jakarta dan Payakumbuh, tempat para perajin bekerja, turut menambah tantangan tersebut. Komunikasi melalui telepon dan panggilan video memang membantu, tetapi kualitas sinyal yang tidak selalu stabil serta sulitnya menjelaskan detail visual secara langsung terkadang membuat arahan tidak tersampaikan sepenuhnya.

Vielga Wennida bersama salah seorang perajin
Vielga Wennida bersama salah seorang perajin. Foto: kolase (Naomi Nilawati)

Jika hasilnya belum sesuai, sampel harus dikirim kembali untuk diperbaiki, dengan waktu pengiriman yang kini dapat mencapai sekitar 10 hari.

Kerumitan itu tidak berhenti pada proses kreatif Vielga. Di balik setiap rancangan, ada jaringan perajin yang menerjemahkan ide menjadi bordir sekaligus menggantungkan penghasilan pada keterampilan tersebut.

Membuat Kebaya Lebih Dekat dengan Gen Z

1 2 3

Tags: