Memulai Olahraga di Usia ’Senja’? Tak Masalah, ikuti Saran Aktor Fernando Surya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Banyak orang ragu memulai olahraga di usia ’senja’, alias di usia 30-an tahun ke atas. Rasanya sudah terlambat.
Namun banyaknya event olahraga seperti Marathon, Hyrox dan event-event olahraga lainnya, membuat mereka ingin berpartisipasi. Lantas apa yang harus dilakukan?
Dikatakan aktor Fernando Surya, yang juga peraih L-Men of the Year 2006, siapapun yang ingin memulai olahraga, mulai saja dulu. ”Mulailah dari kemampuan yang dimiliki, tingkatkan secara bertahap dan beri tubuh waktu untuk berkembang,” kata pria yang akrab disapa Nando di Bekasi, Rabu (28/10/2026).
| Baca Juga: Sudah Diet dan Olahraga tapi Berat Badan Tak Turun? Ini Penjelasan Dokter
Lebih lanjut bintang film Satria Heroes: Revenge of Darkness, menuturkan apa yang harus dilakukan untuk para pemula. Termasuk yang ingin memulai di usia di atas 30-an tahun.
1.Awali sesuai Kemampuan
Memulai adalah langkah yang paling berat. ”Jadi mulai saja dulu, yang sesuai kemampuan tubuh. Misal jalan kaki dua kilometer dulu atau aktivitas fisik sederhana. Tidak perlu harus langsung mengikuti kelas dengan intensitas tinggi atau berlatih di pusat kebugaran,” kata pria kelahiran 14 September 1981 itu.
2.Nikmati Proses
Jangan membayangkan langsung berlari marathon 42 kilometer. ”Mulai dulu dari satu kilometer. Kemudian secara bertahap ditingkatkan. Bagi saya, perkembangan itu lebih penting,” kata pria kelahiran 14 September 1981 itu.

| Baca Juga: Lutut Berbunyi 'Pop' Saat Olahraga? Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Ligamen Utama Robek
3.Jangan Asal Tiru Program di Medsos
Saat ini banyak sekali konten di media sosial tentang program latihan. ”Sementara kondisi fisik, pengalaman dan tujuan setiap orang berbeda. Jadi penting untuk didampingi pelatih yang bisa membantu menyusun program yang lebih tepat,” tuturnya.
4.Berkompetisi dengan Diri Sendiri
Membandingkan diri dengan orang lain juga harus dihindari. ”Lebih baik berkompetisi dengan diri sendiri. Apa yang sudah dicapai selama berlatih ini. Tidak perlu juga dilihat dari prestasi atau perubahan fisik. Keberhasilan ini juga dapat berarti mampu menjaga rutinitas, memperbaiki daya tahan atau kembali berolahraga setelah sempat berhenti,” terang Nando.
| Baca Juga: Mengantuk Sebelum Olahraga? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
5.Jangan Terlalu Keras
Meningkatkan diri memang penting, tapi tidak perlu terlalu keras. Kebugaran itu ditopang tiga unsur yang saling berkaitan. Latihan, nutrisi dan istirahat. Mengabaikan salah satunya dapat membuat upaya menjaga kondisi tubuh menjadi kurang optimal. Tidak perlu berlatih setiap hari. Bisa dua atau tiga hari sekali, sesuai kebutuhan.
6.Asupan Nutrisi
Penuhi kebutuhan nutrisi dari makanan. Telur, ayam, ikan, tahu dan tempe adalah sumber protein yang baik. Suplemen protein bisa dipertimbangkan, jika kebutuhan belum terpenuhi dari makanan. Tapi bukan pengganti pola makan seimbang.
| Baca Juga: Marcell Darwin Tanamkan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini pada Anak Lewat Olahraga
7.Istirahat
Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah istirahat. Nando menyarankan tidur sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malam. ”Jaga pula jadwal tidur agar tubuh memiliki kesempatan untuk pulih setelah beraktivitas,” tegasnya.(*)







