Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Ia menegaskan bahwa memulai di usia 30 atau 40 tahun pun tidak terlambat, dan target besar tidak boleh menjadi alasan menunda. Calon pelari maraton 42 kilometer, misalnya, bisa mulai dari satu kilometer lalu meningkat bertahap.

Dari sisi nutrisi, Nando menjelaskan bahwa tidak ada waktu mutlak terbaik untuk mengonsumsi susu protein. Namun, minum sekitar 30 menit setelah latihan bisa menjadi pilihan praktis untuk membantu pemulihan otot, karena bentuk cairnya mudah dikonsumsi dan relatif cepat dicerna.

| Baca Juga: Tips Memilih Sepatu Anak agar Nyaman Saat Dipakai dan Bergerak Aktif

Untuk makanan utama, jeda satu hingga dua jam setelah latihan dapat dijadikan patokan, tanpa mengabaikan rasa lapar masing-masing.

Ia menekankan bahwa susu protein adalah tambahan, bukan pengganti makanan utama. Sebagai ilustrasi, orang dengan berat badan 72 kilogram dengan patokan dua gram protein per kilogram membutuhkan sekitar 144 gram protein per hari.

Angka itu bukan ketentuan baku karena kebutuhan bergantung pada kondisi kesehatan, aktivitas, dan tujuan. Kekurangan dari makanan seperti telur dan ayam dapat dilengkapi dengan susu protein, yang satu takarannya bisa mengandung sekitar 23 gram protein, sehingga informasi nilai gizi pada kemasan tetap perlu dicek.

Pada akhirnya, suplemen sebaiknya dikonsumsi sesuai kebutuhan, bukan ikut-ikutan. Menambah protein tanpa memperhitungkan asupan makanan tidak otomatis membentuk otot lebih cepat. Yang dibutuhkan adalah keseimbangan antara latihan terencana, nutrisi cukup, dan konsistensi. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: