Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Menggunakan pendekatan teater realis, GRES! menghadirkan suasana pedesaan melalui karakter, dialog, dan latar rumah yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Sebanyak 10 pemain terlibat dalam pertunjukan ini, didukung musik dan tata cahaya untuk membangun suasana serta memperkuat emosi setiap adegan.

Berangkat dari Realitas Masyarakat Lokal

Berdiri sejak 13 September 2013, Sanggar Ori atau Oyod Ringin merupakan ruang pendidikan alternatif sekaligus wadah pengembangan seni dan budaya di Gunungkidul.

| Baca Juga: Keluar dari Zona Nyaman, Marsha JKT48 Kurangi Jadwal Teater Demi Debut Akting

Komunitas ini mengembangkan berbagai bidang kreatif, mulai dari teater, film, musik, hingga seni rupa. Dengan semangat gotong royong, mereka berupaya menghadirkan karya yang berangkat dari realitas lokal.

Sanggar Ori Pentaskan GRES! ( foto Istimewa)
Sanggar Ori Pentaskan GRES! ( foto Istimewa)

Dalam pengembangan GRES! melalui program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026, Sanggar Ori mendapat pendampingan mentor kreatif Rangga Buana dan mentor manajemen Pradetya Novitri.

Rangga menilai, kekuatan GRES! terletak pada keberanian kelompok mengangkat pengalaman sehari-hari masyarakat menjadi bahan penciptaan. Tantangannya mengolah pengalaman itu jadi pertunjukan dengan bahasa artistik yang kuat.

| Baca Juga: Diserang Teror Gas Misterius, Band Kotak Hentikan Konser di Tengah Pertunjukan

“Kami mendorong kelompok untuk terus mempertajam pilihan dramatik, karakter, serta hubungan antara humor dan kritik sosial agar pesan karya dapat tersampaikan tanpa kehilangan daya hiburnya,” kata Rangga.

Sementara itu, Pradetya membantu kelompok menyelaraskan gagasan kreatif dengan perencanaan produksi, termasuk pembagian tanggung jawab, pengelolaan waktu, dan pemanfaatan sumber daya.

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan Ruang Kreatif Seni Pertunjukan menjadi kesempatan bagi pelaku seni dari berbagai daerah untuk mengembangkan gagasan mereka.

1 2 3

Tags: