Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat memberikan radioterapi untuk mencegah kekambuhan atau sebagai terapi utama bila pasien tidak dapat menjalani operasi. Kemoterapi diberikan apabila terdapat risiko penyebaran kanker ke organ lain, sedangkan terapi hormonal dapat dipilih pada pasien dengan kriteria khusus, misalnya masih berusia muda, belum memiliki penyebaran ke otot rahim, dan masih ingin mempertahankan kesuburan.

Meski operasi merupakan terapi utama, bukan berarti kanker tidak mungkin muncul kembali. “Pada kanker tidak ada terapi yang bisa menjamin seratus persen tidak kambuh. Bila kekambuhan terjadi, penanganannya akan disesuaikan dengan lokasi, ukuran, dan terapi yang pernah dijalani sebelumnya,” kata dr. Renny.

Benarkah Pil KB Bisa Mencegah Kanker?

Di tengah masyarakat masih berkembang anggapan bahwa penggunaan pil kontrasepsi hormonal dapat memicu kanker. Di sisi lain, sejumlah penelitian justru menunjukkan pil KB kombinasi dapat menurunkan risiko kanker endometrium.

| Baca Juga: Jarang Hadir di Acara Penting Aaliyah Massaid, Angelina Sondakh Tepis Isu Renggang

Menurut dr. Renny, kedua informasi tersebut tidak saling bertentangan. “Setiap organ memiliki reseptor hormon yang berbeda. Pada endometrium, progesteron membantu menyeimbangkan efek estrogen sehingga bersifat protektif.

Namun pada jaringan payudara, respons terhadap hormon berbeda sehingga risikonya pun tidak sama,” jelasnya. Karena itu, pemilihan kontrasepsi hormonal sebaiknya selalu melalui konsultasi dengan dokter.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa endometriosis akan berkembang menjadi kanker endometrium. Menurutnya, kedua kondisi tersebut berbeda — pada sebagian kecil kasus, endometriosis yang membentuk kista di ovarium memang dapat berkembang menjadi kanker ovarium, tetapi bukan kanker endometrium.

Tidak Pernah Terlambat untuk Hidup Sehat

Meski demikian, dr. Renny menegaskan bahwa memperbaiki gaya hidup tetap memberikan manfaat, kapan pun perubahan itu dimulai.

“Tidak pernah terlambat untuk mulai hidup sehat. Pola makan yang lebih baik, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan mengendalikan diabetes maupun hipertensi dapat membantu menurunkan risiko karena hormon sangat dipengaruhi oleh gaya hidup,” katanya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: