Sinetron 'Sebening Cinta', Dilema Asmara Zoe Abbas - Rizky Nazar di Tengah Hadirnya Fandy Christian
VIVIA MEDIA — Zoe Abbas Jackson kembali hadir di layar kaca lewat sinetron Sebening Cinta yang tayang di SCTV. Dalam serial produksi SinemArt ini, Zoe dipercaya memerankan Bening, seorang perempuan dengan perjalanan hidup penuh luka yang harus menghadapi konflik keluarga sekaligus dilema cinta yang rumit.
Berbeda dari karakter romantis yang pernah dimainkan sebelumnya, peran Bening menuntut Zoe menyelami sosok yang lebih kompleks. Hampir seluruh perjalanan hidup tokoh tersebut diwarnai keputusan-keputusan sulit yang membuatnya terus memendam perasaan demi orang-orang yang dicintainya.
Kisah bermula ketika Bening nyaris dijual oleh ayah kandungnya, Wiryo (Oding Siregar), karena terlilit utang. Hidupnya berubah setelah Bu Ambar (Uci Bing Slamet) menyelamatkan sekaligus mengangkatnya sebagai anak. Sejak saat itu, Bening tumbuh bersama dua kakak angkatnya, Banyu (Rizky Nazar) dan Bimo (Fandy Christian), dalam keluarga yang penuh kasih sayang.
| Baca Juga: Tantangan Baru Unang Bagito dan Bukie Mansyur di Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula
Namun, hubungan harmonis tersebut berubah ketika mereka beranjak dewasa. Bening dan Banyu diam-diam menjalin hubungan asmara, sementara Bimo ternyata juga mencintai Bening dan telah mendapat restu dari Bu Ambar. Demi menjaga kesehatan sang ibu angkat, Bening dan Banyu memilih mengorbankan perasaan mereka.
“Sinetron ini menceritakan tentang seorang gadis yang dititipkan kepada ibu angkat karena ayah kandungnya tidak mampu membayar utang. Jadi mau tidak mau, ayahnya menjual anaknya,” ujar Zoe Abbas Jackson di Jakarta beberapa waktu lalu.
Karakter Bening Menuntut Permainan Emosi yang Kompleks
Bagi Zoe, Bening bukan sekadar tokoh protagonis yang hidup dalam penderitaan. Karakter tersebut memiliki lapisan emosi yang terus berubah seiring perkembangan cerita.
Menurutnya, pengalaman hidup yang pahit membuat Bening tumbuh menjadi perempuan yang tenang. Namun, di balik sikapnya yang terlihat kuat, ia justru memilih menyimpan seluruh luka dan pengorbanannya seorang diri.
“Bening sudah melewati banyak hal di hidupnya. Ia jadi sosok yang tenang, tetapi memendam perasaannya sendiri dan rela mengorbankan dirinya demi orang lain,” ungkap wanita kelahiran Jakarta, 31 Desember 2002 itu.
| Baca Juga: Tembus 2 Juta Penonton, Ini Fakta Menarik Film ‘Jangan Buang Ibu’
Sebagai seorang reporter dalam cerita, Bening juga dituntut tetap profesional di tengah berbagai persoalan pribadi yang menghimpitnya.
“Perubahan emosi Bening kadang jomplang banget. Di tengah semua konflik itu dia tetap seorang reporter yang harus profesional. Jadi jangan sampai penonton merasa emosinya tiba-tiba berubah tanpa alasan. Gimana caranya penonton tetap terbawa sama perasaan dan suasana yang dirasakan Bening,” jelas Zoe Abbas.
Di balik sikapnya yang cenderung diam, Bening sebenarnya menyimpan begitu banyak gejolak batin. Karena itu, setiap ledakan emosinya harus memiliki alasan yang kuat agar terasa meyakinkan.
“Kalau sudah masuk konflik keluarga, itu yang paling menguras emosi. Mungkin kelihatannya Bening enggak terlalu banyak ngomong, tapi sebenarnya banyak banget yang dia pendam. Nanti ketika sudah bicara, emosinya bisa langsung meluap, bisa menangis atau marah,” ungkapnya.
Sebaliknya, ketika bersama Banyu, Bening akhirnya memiliki ruang untuk menunjukkan sisi rapuh yang selama ini disembunyikan.
Bukan Sekadar Cinta Segitiga
Rizky Nazar menilai Sebening Cinta menawarkan konflik yang jauh lebih kompleks daripada sekadar kisah cinta segitiga. Menurutnya, kekuatan sinetron tersebut justru terletak pada pertarungan batin para tokohnya yang dihadapkan pada pilihan antara keluarga, cinta, dan tanggung jawab.
Dalam Sebening Cinta, Rizky memerankan Banyu, seorang polisi yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang ternyata menyimpan rahasia besar sebagai mafia. Premis itu menjadi alasan utama aktor berusia 30 tahun tersebut tertarik bergabung dalam proyek ini.
“Aku suka sama jalan ceritanya. Seorang polisi yang dibesarkan oleh seorang mafia, dan ternyata itu bisa jadi bumerang buat Mas Bimo. Seru aja karena ada kejar-kejaran secara halus, tapi masih dalam satu keluarga,” ujar laki-laki kelahiran Buleleng Bali, 7 Maret 1996 itu.
Menurut Rizky, benturan antara kewajiban sebagai penegak hukum dan ikatan keluarga menghadirkan konflik yang tidak biasa. Situasi tersebut membuat cerita berkembang dengan banyak lapisan emosi dan misteri yang perlahan terungkap.
| Baca Juga: Bayu Skak Padukan Komedi Sci-Fi dan Budaya Madura Lewat Film Foufo
Selain tertarik dengan alur ceritanya, Rizky mengaku karakter Banyu juga menghadirkan tantangan baru dalam perjalanan kariernya. Berbeda dari peran-peran sebelumnya, kali ini ia harus membangun sosok polisi yang tegas tanpa menghilangkan sisi emosional karakter.
“Karakter di sini cukup berbeda dengan karakter-karakter sebelumnya. Apalagi karena jadi polisi, jadi harus jaga background-nya,” kata Rizky.
Salah satu dilema terbesar adalah keinginan seluruh anggota keluarga untuk melindungi perasaan Bu Ambar, yang menjadi pusat dari berbagai persoalan dalam cerita.
“Di atas cinta segitiga itu masih ada konflik yang lebih besar. Kita lebih banyak mikirin perasaan ibu. Jadi itu yang bikin cerita ini menarik karena mixed feeling-nya kuat banget,” ungkap pemeran Yuda/GatotKaca dalam film Satria Dewa: Gatotkaca itu.
Karakter Penuh Kontradiksi
Sebening Cinta juga menjadi penanda kembalinya Fandy Christian ke layar kaca SCTV. Ia mengaku langsung menerima tawaran bermain setelah membaca naskah dan mengetahui jajaran pemain serta tim produksi yang terlibat.
| Baca Juga: Punya Koleksi 17 Ribu Buku, Habib Jafar Bocorkan Karya Favoritnya
“Saya baca ceritanya menarik banget. Jadi enggak ada alasan buat saya menolak project ini,” kata Fandy.
Dalam serial ini, Fandy memerankan Bimo, seorang kakak yang penuh kasih sayang, tetapi menyimpan identitas sebagai mafia sekaligus memendam cinta kepada Bening.
Karakter tersebut mengharuskannya berpindah dari sosok kakak yang hangat menjadi pria yang dipenuhi kemarahan dan rahasia.
“Switch perubahan-perubahan emosi itu cukup menantang,” tandasnya.
Menurut Fandy, tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan emosi Bimo saat berhadapan dengan Banyu.
| Baca Juga: Rayakan Satu Dekade, Intip Bocoran Dokumenter Spesial Reuni Cast Drakor 'Goblin'
“Tantangannya nge-switch karakternya antara benar-benar jadi orang yang tulus atau lagi memendam amarah. Apalagi saat di hadapan Banyu. Sebenarnya Bimo sayang sama adiknya, tapi kadang juga kesel karena sudah dibilangin untuk menjauh dari Bening,” jelas Fandy.
Ia menilai kekuatan utama Sebening Cinta terletak pada fondasi cerita yang berbeda dari drama percintaan kebanyakan.
“Background ceritanya berbeda. Kakak-adik angkat jatuh cinta, tapi yang harus dijaga justru perasaan ibunya. Ini sebuah original love story tentang kasih sayang seorang ibu,” tandas Fandy. (*)



