Sebaliknya, penyakit akibat infeksi seperti HIV/AIDS bukan merupakan penyakit genetik sehingga tidak dapat dideteksi melalui tes genetik.

| Baca Juga: Nebulizer untuk Anak Tak Bisa Disamakan dengan Dewasa, Ini Alasannya

Salah satu kekhawatiran masyarakat adalah anggapan bahwa tes genetik memerlukan prosedur yang rumit dan menyakitkan. Cheah Yee Ling menepis anggapan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan DNA saat ini sangat sederhana.

"Orang sering takut pemeriksaan genetik harus operasi atau mengambil jaringan tubuh. Padahal sekarang cukup melalui sapuan pipi, air liur, atau darah," jelasnya.

Pada ibu hamil, pemeriksaan tertentu juga dapat dilakukan melalui cairan ketuban. Sementara pada program IVF, sampel diambil dari embrio untuk pemeriksaan genetik sebelum proses implantasi.

Hasil pemeriksaan umumnya dapat diperoleh dalam waktu sekitar lima hingga enam minggu, tergantung pada jumlah gen yang dianalisis.

| Baca Juga: Studi: Mengasuh Anak Ternyata Ampuh Untuk Kesehatan Otak Ayah

Dalam pemaparannya, Cheah Yee Ling menegaskan bahwa konsultasi genetik kini telah menjadi bagian dari gaya hidup preventif masyarakat modern.

Dengan memetakan DNA sejak dini, seseorang tidak lagi sekadar menebak risiko penyakit yang mungkin muncul di masa depan.

"Kita bisa mendeteksi ancaman kanker bawaan, mengantisipasi sindrom perkembangan langka pada anak, hingga memutus rantai penyakit keturunan. Mengetahui informasi genetik ini memberikan kekuatan untuk melakukan intervensi medis sedini dan seakurat mungkin," katanya menutup wawancara. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: