Konsultasi Genetik jadi Cara Deteksi Risiko Kanker Turunan hingga Rencanakan Kehamilan
Melalui hasil tes genetik, pasien dapat memperoleh pilihan intervensi dini seperti pengawasan berkala, tindakan pembedahan preventif, hingga terapi yang lebih spesifik sesuai karakter genetiknya (targeted therapy).
Konsultasi genetik juga sangat direkomendasikan bagi pasangan yang sedang merencanakan program hamil, terutama jika memiliki riwayat penyakit keturunan dalam keluarga.
| Baca Juga: Waspada! Sering Taruh Laptop di Paha dan Simpan HP di Saku Celana Bisa Ganggu Kesuburan Pria
Menurut Cheah Yee Ling, pemeriksaan tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga seluruh anggota keluarga karena kelainan genetik dapat diwariskan kepada anak maupun saudara kandung.

"Bukan hanya pasiennya, anggota keluarga seperti anak dan saudara kandung juga bisa menjalani tes agar mengetahui risiko masing-masing," katanya.
Jika ditemukan adanya kelainan genetik, tenaga medis dapat memberikan konseling mengenai peluang pewarisan penyakit kepada anak sekaligus menyusun strategi agar kehamilan berlangsung lebih aman.
Bahkan pada program bayi tabung (IVF), pemeriksaan genetik dapat dilakukan pada embrio untuk membantu memilih embrio yang bebas dari kelainan genetik tertentu sebelum ditanamkan ke rahim.
| Baca Juga: Di Indonesia Jadi Sayur dan Obat, Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia
Tak Semua Penyakit Bersifat Genetik
Meski demikian, Cheah Yee Ling mengingatkan bahwa tidak semua penyakit dipengaruhi faktor genetik.
Hipertensi, misalnya, bisa muncul akibat gaya hidup maupun proses penuaan. Namun, pada sebagian orang, tekanan darah tinggi juga dapat dipicu oleh faktor keturunan, seperti struktur pembuluh darah atau kecenderungan tubuh menyimpan kolesterol.
Demikian pula dengan kolesterol tinggi dan glaukoma. Jika penyakit muncul pada usia yang relatif muda atau terjadi pada beberapa anggota keluarga, kondisi tersebut patut dicurigai memiliki komponen genetik.







