VIVIA MEDIA – Sebagian besar orang menggunakan satu pasang sepatu yang sama untuk berbagai aktivitas olahraga, mulai dari lari hingga latihan beban.

Padahal, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko cedera karena setiap jenis sepatu dirancang untuk fungsi yang berbeda.

Pelatih kebugaran, Bruno Pontes mengatakan, sepatu lari tidak mampu memberikan pijakan yang kokoh saat mengangkat beban.

"Sepatu lari dibuat untuk mendukung gerakan saat berlari, bukan untuk memberikan stabilitas saat mengangkat beban," ujar Pontes, dikutip dari New York Post pada Rabu (15/7/2026).

| Baca Juga: Berat Badan Turun, Begini Tips Diet ala Maia Estianty

Dia menjelaskan, bantalan tebal pada sepatu lari memang berfungsi melindungi sendi dari benturan setiap kali kaki menyentuh tanah.

Namun, ketika digunakan untuk latihan beban, bantalan yang empuk justru menjadi kekurangan.

Sebab, kaki tidak berpijak langsung pada permukaan yang keras, sehingga alas sepatu terasa sedikit mengempis atau tidak kokoh saat menopang beban.

Akibatnya, otot-otot pada kaki, terutama di area lengkungan dan tumit, harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan.

| Baca Juga: Makanan Sehat Tidak Harus Mahal, Olahan Khas Lokal nan Murah Kerap Diabaikan

Selain membuat otot cepat lelah, kondisi itu juga mengurangi efektivitas penyaluran tenaga saat melakukan latihan seperti deadlift atau bench press.

Tidak hanya itu, penggunaan sepatu yang tidak sesuai juga meningkatkan risiko berbagai cedera.

Di antaranya, plantar fasciitis (peradangan pada jaringan telapak kaki), nyeri tendon Achilles, shin splints (nyeri tulang kering), nyeri lutut, hingga nyeri punggung bawah akibat tekanan berlebih pada sendi, otot, dan jaringan ikat.

Sebaliknya, menggunakan sepatu khusus latihan beban atau sepatu yang sudah aus untuk berlari juga bukan pilihan yang tepat.

| Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Selebgram Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi

Menurut Pontes, kondisi tersebut membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan dan menahan benturan yang seharusnya dibantu oleh sepatu.

Meski demikian, Pontes menegaskan bahwa alas kaki bukan satu-satunya penyebab cedera.

Risiko cedera juga dipengaruhi oleh intensitas latihan, teknik berolahraga, dan proses pemulihan.

Untuk latihan beban, dia menyarankan penggunaan sepatu dengan sol datar dan kokoh agar bisa memberikan keseimbangan bagi tubuh.

| Baca Juga: Sosok Suami Celine Evangelista Dibongkar Sahabat

Jenis sepatu tersebut dinilai mampu meningkatkan performa sekaligus mengurangi risiko cedera saat mengangkat beban.

Pontes menambahkan, hal itu juga menjadi alasan mengapa sebagian orang memilih berlatih hanya menggunakan kaus kaki.

Tanpa bantalan sepatu, kaki memiliki kontak yang lebih stabil dengan lantai sehingga keseimbangan, cengkeraman, dan kekuatan pada pergelangan kaki, pinggul, dan telapak kaki dapat meningkat seiring waktu.

Lebih lanjut, dia juga mengingatkan pentingnya mengganti sepatu yang sudah tidak layak pakai.

| Baca Juga: Gaya Hidup dan Ketidakseimbangan Hormon di Balik Meningkatnya Kasus Kanker Endometrium

Tanda-tandanya antara lain, sol yang aus tidak merata, daya cengkeram berkurang, sepatu terasa kurang stabil saat digunakan, atau muncul rasa nyeri pada kaki dan tungkai.

Sebagai panduan, sepatu lari umumnya disarankan diganti setelah digunakan menempuh sekitar 500 mil atau sekitar 800 kilometer.

Sementara itu, sepatu khusus latihan beban biasanya memiliki usia pakai yang lebih panjang karena tidak mengalami benturan seintens sepatu lari. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: