Tak Semua Makanan Fermentasi Menyehatkan, Ini Tips Memilihnya
Ia menyarankan konsumen memilih produk dengan label "kultur hidup" (live cultures), bukan sekadar label "probiotik". Menurutnya, yogurt terbaik adalah yogurt polos yang difermentasi murni dengan kultur bakteri, tanpa tambahan lain.
Apakah Makanan Fermentasi Berisiko?
Secara umum, makanan fermentasi tergolong aman bagi kebanyakan orang, di luar manfaat kesehatannya, makanan ini juga menambah variasi rasa yang kaya pada menu harian.
Namun, Perelman menyarankan agar orang dengan sistem imun lemah maupun penderita penyakit radang usus (irritable bowel disease) berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai rutin mengonsumsi makanan fermentasi, karena reaksi tubuh terhadap jenis-jenis makanan fermentasi bisa berbeda-beda pada tiap individu.
| Baca Juga: Penurunan Massa Otot Jangan Dianggap Sepele, Sarcopenia Bisa Ganggu Metabolisme
Olendzki menambahkan, sebagian orang mungkin akan mengalami kembung, gas berlebih, atau ketidaknyamanan lain saat pertama kali menambah porsi makanan fermentasi, terutama ketika sistem pencernaan masih beradaptasi.
Ganjhu pun menegaskan bahwa respons tubuh setiap orang terhadap makanan yang sama bisa sangat berbeda. Jika tubuh merasa nyaman, konsumsi bisa dilanjutkan; namun jika muncul ketidaknyamanan, sebaiknya dihentikan sementara. (*)







