VIVIA MEDIA — Alexandra Adams terlahir dengan kondisi tunanetra dan tunarungu. Meski memiliki kekurangan, ia berhasil menjadi dokter tuli-buta pertama di Inggris.

Keinginan menjadi seorang dokter pertama kali muncul saat ia berusia 17 tahun, tepatnya usai dirawat di rumah sakit karena komplikasi.

Alexandra mengaku, perjalanannya menjadi dokter tidak mudah. Saat pertama kali mengungkap keinginannya, ia diremehkan orang-orang.

“Tiba-tiba orang bilang, ‘Oh, kamu tidak bisa melakukan itu karena kamu deafblind (buta-tuli),’” katanya, dilansir Vivia Media dari People, Jumat (17/7/2026).

| Baca Juga: Talitha Shahiza, Wanita Asal Gresik Tekuni Profesi Caster E-Sport yang Jarang Digeluti

Namun alih-alih menyerah, wanita itu justru melihat kekurangannya sebagai sebuah keunikan, yaitu empati yang tinggi.

“Empati itulah yang bisa aku gunakan di masa depan untuk membantu orang lain. Dan itulah yang bisa saya lakukan,” kata Alexandra.

Dimulailah perjalanan Alexandra Adams sebagai seorang dokter.

Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, karena tidak hanya tunarungu dan tunanetra, Alexandra juga memiliki gangguan imun Mast Cell Activation Syndrome (MCAS) yang membuatnya harus bergantung pada tabung oksigen.

Setelah melalui perjalanan yang panjang, wanita berusia 32 tahun itu akhirnya meraih gelar kedokteran dari Northeastern University, London pada awal Juli lalu.

Di saat yang sama, ia juga menerima gelar master di bidang Penulisan Kreatif.

| Baca Juga: Nasib Kekasih Sarwendah, Foto Giorgio Antonio Lenyap dari Poster Seri 'Bunga di Tepi Jurang'

1 2

Tags: