Semangat ini diwujudkan lewat siluet struktural dan simbol ayam dari ornamen arsitektur Toraja sebagai lambang keberanian. “Ayam itu artinya courage. Keberanian untuk terus berkembang dan terus belajar sebagai perempuan,” ungkapnya.

Meski terinspirasi budaya Indonesia, ia berhati-hati agar tidak kehilangan identitas labelnya. “Indonesia memang identik dengan wastra. Tapi Indonesia bukan cuma punya wastra. Aku ingin membawa filosofinya tanpa kehilangan DNA yang sudah kami bangun,” tegasnya.

Membangun Kepercayaan, Menembus Pasar Internasional

Sejak 2018, buyer dari Los Angeles, Kuwait, hingga Dubai mulai bekerja sama dengan Debora setelah melihat koleksinya di sebuah peragaan busana, tanpa pernah melalui trade show. “Aku belum pernah ikut trade show. Buyer justru datang setelah nonton show, lalu menghubungi PR-ku dan minta bertemu,” katanya.

| Baca Juga: Lenny Agustin: Konsumen Fashion Indonesia Tak Lagi Sama

Menurutnya, tantangan sesungguhnya bukan mendapat pesanan pertama, melainkan menjaga kepercayaan jangka panjang.

“Buyer itu teliti sekali. Semua dicek satu per satu. Kalau mengecewakan mereka, hubungan jangka panjangnya enggak akan ada,” ungkapnya. Karena itu, ia menjaga standar konsisten mulai dari pemilihan material hingga kualitas jahitan.

Ia berharap suatu hari brand-nya dipercaya bukan hanya karena produknya. “Mudah-mudahan suatu hari orang membeli produk kami bukan hanya karena produknya, tetapi karena percaya pada brand yang kami bangun,” katanya.

Baginya, The Next Chapter menggambarkan keberanian membuka babak baru, membawa karya Indonesia dengan cerita, kualitas, dan keyakinan ke panggung yang lebih luas. (*)

1 2 3 4 SHOW ALL

Tags: