Dari Drummer ke Kursi Sutradara, Edy Khemod Jalani Debut di Film 'Operasi Pesta Copet'
Alasan Memilih Imajinari: Kepercayaan pada Ernest Prakasa
Dalam debutnya sebagai sutradara Khemod menjatuhkan pilihannya pada rumah produksi Imajinari, yang dikenal berkat mencetak film box office Agak Laen.
Keputusan ini didasari oleh keinginan kuat untuk belajar dari sosok yang tepat. Ia mengaku memiliki kepercayaan penuh pada rekam jejak Ernest Prakasa dalam pengembangan cerita dan drama.
"Sederhana saja, karena cuma Ernest yang saya kenal. Saya tahu niat saya di sini adalah untuk belajar. Saya butuh partner yang bisa diajak diskusi dengan nyaman," ujarnya.
| Baca Juga: Diana Pungky Debut Layar Lebar Lewat Film ‘5 cm: Revolusi Hati’
Pria kelahiran 1 Juni ini bahkan menegaskan bahwa jika Ernest menolak proyek ini, ia tidak membayangkan akan menawarkan naskah tersebut ke pihak lain.
"Saya sangat percaya pada Ernest soal pengembangan cerita dan apa yang membuat sebuah film menjadi bagus," lanjut Khemod.
Kolaborasi Strategis dengan Festival Pestapora
Produser Dipa Andika mengungkapkan bahwa ide film ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2023, terinspirasi dari keresahan Khemot terhadap fenomena pencopetan yang marak terjadi di konser musik.
Setelah melalui diskusi panjang, diputuskan bahwa film ini akan mengambil lokasi syuting di festival musik asli, yaitu Pestapora, demi menjaga otentisitas tanpa harus membangun festival buatan yang memakan biaya selangit.
| Baca Juga: Debut Main Film, Ini Cerita Fiki Naki Saat Ikut Casting 'Paket Santet'
Ernest Prakasa mengakui bahwa syuting di tengah keramaian puluhan ribu penonton adalah tantangan luar biasa. Strategi yang diambil adalah melakukan syuting sebelum, saat berlangsung, hingga sesudah festival Pestapora selesai.







