"Kalau orang tua punya kurva pertumbuhan anaknya, dokter lebih mudah melakukan evaluasi. Kalau tidak ada, kita kehilangan informasi penting sejak awal," katanya.

Ia mendorong orang tua untuk rutin menimbang dan mengukur anak. Prosesnya bisa melalui posyandu maupun fasilitas kesehatan terdekat.

Kecepatan Tumbuh, Bukan Cuma Angka Tinggi Badan

Prof. Aman menekankan, yang lebih penting dari sekadar angka tinggi badan adalah kecepatan pertambahannya.

Anak bisa saja terlihat pendek tapi tumbuh sesuai jalurnya sendiri. Hal itu menurut Prof. Aman tidak menjadi masalah.

| Baca Juga: Memahami Cara Kerja Nebulizer untuk Anak, Kunci Efektivitas Terapi Inhalasi

Yang justru harus diwaspadai adalah ketika laju pertumbuhan melambat atau ketika garis kurva menurun, meski anak belum terlihat 'sangat pendek' dibandingkan dengan teman-temannya.

"Jangan menunggu sampai anak terlihat jauh lebih pendek dari anak lain. Perhatikan kecepatannya tumbuh," tegasnya.

Alat Murah yang Berdampak Besar

Di tengah kompleksnya penyebab gangguan pertumbuhan, mulai dari genetik, hormon, penyakit kronis, hingga faktor psikososial, kurva pertumbuhan tetap menjadi instrumen paling terjangkau untuk deteksi dini.

Prof. Aman berharap budaya mencatat dan memantau kurva ini bisa jadi kebiasaan rutin keluarga Indonesia, bukan sekadar formalitas di buku KIA yang jarang dilihat lagi setelah posyandu. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: