Dimulai dari Orang Tua, Catatan Kurva Pertumbuhan Anak Penting untuk Deteksi Stunting
VIVIA MEDIA — Di tengah kekhawatiran orang tua soal stunting, ada satu alat murah dan sederhana yang justru sering terlupakan adalah kurva pertumbuhan.
Kurva inilah yang menggambarkan perjalanan tinggi dan berat badan anak sejak lahir. Dengan melihat pola pertumbuhan dari waktu ke waktu, dokter dapat membedakan apakah seorang anak mengalami variasi normal atau terdapat gangguan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp.Endo(K), dokter spesialis anak subspesialis endokrinologi RS Pondok Indah–Pondok Indah, kurva inilah kunci membedakan anak yang tumbuh normal dengan anak yang benar-benar butuh pertolongan medis.
"Kita tidak bisa sekali ukur lalu mengatakan anak ini pendek dan sakit. Kurva pertumbuhan harus dilihat sejak lahir," jelasnya.
| Baca Juga: Tidak Semua Anak Pendek itu Stunting, Ini Peringatan Dokter untuk Orang Tua
Bukan Sekali Ukur, tapi Dipantau dari Waktu ke Waktu
Kurva pertumbuhan merekam perjalanan tinggi dan berat badan anak sejak lahir. Dari situ, dokter bisa melihat pola pertumbuhan anak secara spesifik.
Anak dengan perawakan pendek genetik biasanya menyesuaikan diri di awal kehidupan lalu mengikuti jalur tertentu secara konsisten. Sebaliknya, anak dengan gangguan hormon pertumbuhan garis kurvanya justru terus menurun.
"Kalau kurvanya turun kemudian menjadi paralel, itu bisa merupakan variasi normal. Tetapi kalau turun terus dan kecepatannya melambat, kita harus mencari penyebabnya," ujar Prof. Aman.
Orangtua Berperan, Bukan Cuma Dokter
Masalahnya, kata Prof. Aman, banyak orangtua tidak punya catatan pertumbuhan anak yang konsisten. Padahal tanpa data itu, dokter kehilangan informasi penting soal kapan masalah mulai muncul dan seberapa cepat berkembang.
| Baca Juga: Studi: Mengasuh Anak Ternyata Ampuh Untuk Kesehatan Otak Ayah
"Kalau orang tua punya kurva pertumbuhan anaknya, dokter lebih mudah melakukan evaluasi. Kalau tidak ada, kita kehilangan informasi penting sejak awal," katanya.
Ia mendorong orang tua untuk rutin menimbang dan mengukur anak. Prosesnya bisa melalui posyandu maupun fasilitas kesehatan terdekat.
Kecepatan Tumbuh, Bukan Cuma Angka Tinggi Badan
Prof. Aman menekankan, yang lebih penting dari sekadar angka tinggi badan adalah kecepatan pertambahannya.
Anak bisa saja terlihat pendek tapi tumbuh sesuai jalurnya sendiri. Hal itu menurut Prof. Aman tidak menjadi masalah.
| Baca Juga: Memahami Cara Kerja Nebulizer untuk Anak, Kunci Efektivitas Terapi Inhalasi
Yang justru harus diwaspadai adalah ketika laju pertumbuhan melambat atau ketika garis kurva menurun, meski anak belum terlihat 'sangat pendek' dibandingkan dengan teman-temannya.
"Jangan menunggu sampai anak terlihat jauh lebih pendek dari anak lain. Perhatikan kecepatannya tumbuh," tegasnya.
Alat Murah yang Berdampak Besar
Di tengah kompleksnya penyebab gangguan pertumbuhan, mulai dari genetik, hormon, penyakit kronis, hingga faktor psikososial, kurva pertumbuhan tetap menjadi instrumen paling terjangkau untuk deteksi dini.
Prof. Aman berharap budaya mencatat dan memantau kurva ini bisa jadi kebiasaan rutin keluarga Indonesia, bukan sekadar formalitas di buku KIA yang jarang dilihat lagi setelah posyandu. (*)







