Ajil Ditto Menangis Saat Beradu Akting Dengan Anak Disabilitas di Film Istimewa
VIVIA MEDIA — Ajil Ditto menemukan pengalaman yang sangat berbeda saat membintangi film drama keluarga 'Istimewa'. Lewat film ini, aktor berusia 24 tahun itu akhirnya bisa mewujudkan keinginannya bermain bersama anak-anak disabilitas, sesuatu yang sudah lama ingin ia lakukan.
Ajil mengaku tertarik menerima tawaran bermain di Istimewa karena ingin menghadirkan warna baru dalam perjalanan kariernya. Kesempatan berakting bersama anak-anak disabilitas menjadi alasan yang langsung membuatnya mantap bergabung.
"Sebenarnya simpel ya. Yang pertama aku merasa ingin ada sesuatu yang berbeda di portfolioku, trus diberi kesempatan bermain pengalaman baru bermain dengan mereka," ujar Ajil Ditto.
Pertemuan pertama saat sesi reading langsung membuat Ajil yakin bahwa proses syuting film ini akan berbeda dari proyek-proyek sebelumnya.
| Baca Juga: Cerita Widyawati Temukan Lagi Kebaya Pernikahannya Bersama Sophan Sophiaan
"Hari pertama ketemu waktu reading di hari itu juga aku yakin aku ini ngga akan salah pilih apapun hasilnya. Kali ini kerja pake hati."
Di film garapan Ruben Adrian ini, Ajil memerankan Bagas, sosok yang menemani dan melindungi sekelompok anak disabilitas yang sedang mencari Pak Mahendra, figur ayah yang selama ini menjadi tempat mereka pulang.
Ajil mengatakan, sejak lama ia merasa sedih melihat masih banyak anak-anak disabilitas yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan sekitar. Karena itulah ia merasa film bisa menjadi cara untuk menyampaikan pesan dengan lebih baik.
"Jadi memang selama ini hati gua teriris ya melihat anak-anak Istimewa tuh dicaci maki dan direndahkan. Gua selalu nungguin ada momen yang tepat membantu mereka tuh buat fight back secara elegan," kata Ajil.
| Baca Juga: Bayu Skak Padukan Komedi Sci-Fi dan Budaya Madura Lewat Film Foufo
Menurut Ajil, membela mereka tidak harus dilakukan dengan kemarahan atau balasan yang sama
"Membalasnya tanpa harus menyakiti perasaan orang lain, tanpa harus membalas cacian dengan cacian, ejekan dengan ejekan gitu, dan ternyata dijawab di film Istimewa," ujarnya.
Selama proses syuting, tantangan terbesar justru datang dari dirinya sendiri. Ia harus menahan emosi di depan kamera agar tetap tampil sebagai sosok Bagas yang kuat di hadapan anak-anak.
"Kesulitannya bukan di mereka, tapi di gua yang harus nahan emosi, sering nangis, yang emang harus nahan supaya terlihat kuat karena kan di sini gua sebagai Mas Bagas, Mas-Masnya temen-temen lah gitu. Gua di sini harus sekuat mungkin gitu di depan kamera," ungkapnya.
| Baca Juga: Sempat Terpuruk, Unang Kini Ingin Dikenal Tak Hanya Sebagai Komedian
Emosi yang terus dipendam itu sering kali akhirnya pecah setelah proses pengambilan gambar selesai.
"Beberapa kali juga kayaknya setelah sok kuat di depan kamera, setelah kata action pas dengar kata cut, gua kabur berpelukan sama Ayah (Produser nya) nangis," tuturnya.
Kedekatan Ajil dengan para pemain anak disabilitas juga terjalin di luar proses syuting. Ia bahkan memilih menghabiskan waktu istirahat bersama mereka daripada tidur.
"Ya gua misal ada waktu istirahat yang harusnya buat tidur, gua gak tidur. Gua ke set buat kumpul sama mereka (anak disabilitas) ini. Untuk bercanda, cerita, dam sebagainya," kata Ajil.
Istimewa bercerita tentang lima anak disabilitas yang meninggalkan Rumah Istimewa untuk mencari sosok ayah yang selama ini merawat mereka. Dalam perjalanan tersebut, mereka bertemu Bagas yang kemudian ikut menemani petualangan penuh haru, tawa, dan makna tentang keluarga.
Film yang juga dibintangi Mathias Muchus, Agus Kuncoro, Yanni Melwani, Ence Bagus, Salsabila Bella, Bambang Ceper, Mustofa, Niatus Sholihah, Rein, Ricky Komo, Zulfadli Aldiansyah, dan Fauzan Nasrul itu dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. (*)







