Bernadya Lepas Citra Serba Hitam di Showcase 'Semoga Hanya di Mimpi'
VIVIA MEDIA — Bernadya sukses menggelar showcase 'Semoga Hanya di Mimpi' di Tennis Indoor Senayan, Sabtu (25/7/2026). Showcase ini tidak hanya menjadi panggung bagi Bernadya untuk merayakan perilisan album keduanya, tapi juga menampilkan sisi lain dirinya yang jarang diperlihatkan ke publik.
Setelah dibuka meriah dengan aksi panggung enerjik MARBLES sebagai opening act, sekitar pukul 20.00 WIB Bernadya muncul di atas panggung. Diiringi tiup tepuk tangan penonton, penyanyi 22 tahun ini membuka penampilannya lewat 'Laut yang Tenang'.
Kemudian, penampilan berlanjut ke 'Peluk Aku Sekarang' yang dilengkapi adegan menggemaskan Bernadya berakting seolah sedang menelepon seseorang.
Selanjutnya, pada lagu ketiga, suasana pun kembali berubah sendu ketika ia membawakan “Lawan Waktu dan Jarak” yang membuat penonton galau berjemaah.
| Baca Juga: Sempat Kehilangan Suara Total, Afgan Tetap Tampil Maksimal di Konser Retrospektif
Pertunjukan pada babak pertama memang dikhususkan untuk memperkenalkan seluruh lagu di album Semoga Hanya di Mimpi. Dari atas panggung, penyanyi berambut pendek ini menyampaikan pesan kepada penonton.
"Siapapun yang saat ini masih galau, masih punya masalah yang belum terselesaikan, semoga dapat menemukan jalan keluar yang terbaik," begitu pesan Bernadya yang disambut seruan riuh penggemarnya.
Sedangkan di babak kedua, Bernadya menyanyikan lagu lagu hits lamanya yang membuat penonton lebih banyak sing along seperti 'Satu Bulan', Lama Lama' hingga 'Kata Mereka Ini Berlebihan'.
Lepas Image Penyanyi Berbaju Hitam
Penampilan Bernadya dalam showcase album ini juga mencuri perhatian, lho. Lepas dari era gaun hitam yang selama ini menjadi ciri khasnya, kali ini penyanyi asal Surabaya tersebut tampil dengan dua look berbeda yang disesuaikan dengan masing-masing babak pertunjukan.
| Baca Juga: Cerita Ashilla Zee Dipercaya Bawakan Lagu 'Menipu Diri', OST Film 'Filosofi Teras'
Pada babak pertama, Bernadya tampil dreamy mengenakan dress berwarna light blue yang dipadukan dengan celana jeans. Tambahan sarung tangan berbahan lace yang senada dengan dress pun membuat keseluruhan penampilannya terlihat semakin manis, namun tetap selaras dengan konsep album Semoga Hanya di Mimpi.
Kemunculan Bernadya di babak kedua tampil lebih sporty. Masih mengenakan celana jeans yang sama, ia hanya mengganti atasanya dengan top off sholder motif kotak berwarna coklat. Ia melengkapi dengan aksesoris belt berukuran besar. Gaya fashionnya lebih ke era tahun 2000-an sebagaimana arah musiknya di album terbaru.
Bukan cuma dari segi penampilan, Bernadya juga menunjukkan sisi lainnya di atas panggung dengan tampil memainkan gitar saat membawakan lagu, “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”. Jujur, ini jadi salah satu penampilan favorit saya di showcase “Semoga Hanya di Mimpi”.
Saat itu, Bernadya terlihat sangat menikmati setiap bagiannya, sementara aransemen lagunya jadi terasa lebih hidup berkat iringan gitar yang salah satunya dimainkan Bernadya sendiri.
| Baca Juga: RACH? Gandeng Musisi Jepang idom Bawakan Lagu Hipdut 'Call It Love'
Kolaboratif Energik dan Romantis
Dalam showcase ini, Bernadya menggandeng dua bintang tamu yang memberikan nuansa berbeda. Saat membawakan, 'Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan', di tengah lagu, penyanyi rapper Tenxi tiba-tiba muncul sebagai guest star.
Aransemen lagu pun berubah menjadi versi hipdut yang langsung mengubah suasana panggung. Bernadya yang biasanya tampil kalem pun mendadak hipdut hingga asyik berjoget tipis-tipis bersama Tenxi.

Sedangkan sisi lain di panggung yang jadi kejutan adalah saat Bernadya menyanyikan lagu 'Tolong Bilang Ini Mimpi' bareng Rendy Pandugo yang juga jadi produsernya di album terbaru.
Visual Panggung yang Dreamy
Hal lain yang gak kalah ikonik dari showcase ini adalah konsep visual panggungnya dengan menggandeng Edy Khemod sebagai creative director konser.
Bernadya memaksimalkan setiap detail untuk membangun suasana yang selaras dengan konsep album Semoga Hanya di Mimpi. Alhasil, panggungnya terkesan dreamy, magis, sekaligus membuat setiap lagu jadi memiliki atmosfernya sendiri.
Bagian tengah panggung diisi layar proyektor berbentuk lingkaran yang menjadi pusat visual sepanjang pertunjukan. Menurut saya, elemen ini menjadi daya tarik tersendiri karena tampilannya terus berganti mengikuti setiap lagu yang dibawakan.
| Baca Juga: Lesti Kejora Ungkap Penyebab Deswa Dangdut Academy 1 Meninggal Dunia
Proyektor tersebut menampilkan artwork yang disesuaikan dengan cerita setiap lagu. Misalnya, saat Bernadya membawakan lagu 'Menyenangkan Mengenalmu', layar tersebut menampilkan ilustrasi jam dinding yang memperkuat suasana lagu. Sedangkan saat Bernadya membawakan lagu 'Rabun Jauh', artwork di layar LED tersebut berubah jadi buram. (*)







