Sherina mengatakan kedua orang tuanya tidak sekadar mendorongnya mengikuti berbagai kegiatan. Mereka juga mengamati apakah setiap aktivitas memberi manfaat dan menjadi pengalaman belajar yang bermakna.

“Apa pun yang aku lakukan waktu kecil selalu diobservasi oleh orang tua. Mereka melihat apakah kegiatan itu bermanfaat, apakah bisa menambah pengalaman, apakah aku bisa belajar sesuatu dari situ,” kata pelantun lagu Sebelum Selamanya itu.

Pengalaman tersebut membuat pemilik nama lengkap Sinna Sherina Munaf ini percaya bahwa setiap anak memiliki perjalanan yang berbeda dalam menemukan potensinya. Karena itu, menurutnya, tidak ada satu pola yang bisa diterapkan kepada semua anak.

| Baca Juga: Bekal Makan ke Sekolah Bisa Jadi Bahasa Cinta Orangtua untuk Anak

Peran Orang Tua

Bagi Sherina, peran orang tua bukan menentukan masa depan anak, melainkan menghadirkan lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk mencoba, belajar, bahkan melakukan kesalahan.

“Peran orang tua itu sudah pasti penting. Mereka adalah sosok utama yang memastikan anak merasa nyaman menjalani proses eksplorasinya,” tutur penerima penghargaan Penata Musik Terpuji Film Indonesia di ajang Festival Film Bandung 2024 itu.

Ia juga menilai anak belajar melalui contoh yang diberikan orang tua. Ketika orang tua menunjukkan antusiasme terhadap suatu bidang, anak biasanya akan terdorong untuk ikut mengenalnya.

“Kalau orang tua menunjukkan passion terhadap sesuatu, biasanya anak juga akan ikut tertarik. Anak itu banyak mencontoh. Kalau orang tuanya antusias dengan seni, sains, atau bidang tertentu, biasanya rasa ingin tahu anak juga akan tumbuh,” jelas Sherina.

| Baca Juga: Makanan Sehat Tidak Harus Mahal, Olahan Khas Lokal nan Murah Kerap Diabaikan

Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan psikolog Ayu Sutomo yang turut hadir dalam diskusi. Menurut Ayu, hingga usia sekitar 10 tahun anak masih berada dalam fase eksplorasi sehingga orang tua tidak perlu terburu-buru mencari atau menetapkan bakat tertentu.

“Yang paling penting bukan buru-buru menemukan bakat anak. Orang tua perlu memfasilitasi, mengobservasi, memberikan dukungan, dan mengapresiasi setiap baby step yang dilakukan anak,” ujar Ayu.

1 2 3

Tags: