Demi Peran, Moslhong Belajar Bahasa Indonesia, Jatuh Hati dengan Masakan Padang
VIVIA MEDIA — Aktor Thailand Mos Panuwat Sopradit atau yang akrab disapa Moslhong, mencuri perhatian lewat keterlibatannya dalam original series Bunga di Tepi Jurang, hasil kolaborasi MAXStream TV, iQIYI, dan Leo Pictures.
Tak hanya menjadi warna baru dalam serial tersebut, Mos juga menunjukkan totalitasnya dengan mempelajari bahasa Indonesia dari nol demi mendalami peran yang dimainkannya.
Dikenal lewat serial Thailand seperti Big Dragon dan Sunset x Vibes, Mos dipercaya memerankan karakter Somchai dalam drama yang mengangkat kisah perjuangan seorang perempuan menghadapi masa lalu dan menemukan keberanian untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Kehadiran Mos menjadi salah satu daya tarik serial Bunga di Tepi Jurang. Selain menghadirkan nuansa baru, keterlibatan aktor asal Thailand ini juga menjadi bukti semakin eratnya kolaborasi industri hiburan Indonesia dengan negara lain, khususnya melalui iQIYI Artist Thailand.
| Baca Juga: Serial 'Bunga di Tepi Jurang', Perjuangan Claresta Taufan Keluar Dari Memori Masa Lalu
Dalam konferensi pers Bunga di Tepi Jurang di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (24/7/2026), Mos mengungkapkan alasan dirinya menerima tawaran bermain dalam serial tersebut.
Menurutnya, kualitas cerita dan karakter Somchai menjadi faktor utama yang membuatnya tertarik. Selain itu, dukungan para penggemar juga menjadi penyemangat untuk menerima tantangan berakting di Indonesia.
"Pertama karena naskah dan karakter saya. Dan kedua para penggemarku. Saya mencoba yang terbaik untuk project ini karena saya tidak bisa bahasa Inggris dan bahasa Indonesia," ujar Mos.
Ia mengaku sempat merasa kesulitan karena harus bekerja di lingkungan dengan bahasa yang sama sekali baru baginya. Namun, berkat dukungan banyak pihak, ia akhirnya mampu menyelesaikan proses syuting.
| Baca Juga: Klub Volinya Raih Juara di Malaysia, Jirayut Dedikasikan Kemenangan untuk Indonesia
"Saya bicara cuma sedikit-sedikit. Pada akhirnya aku bisa duduk di sini. Harus berterima kasih juga sama iQIYI Indonesia, MAXStream, dan Leo Pictures yang bikin semuanya jadi terkabul dan terwujud seperti ini," katanya.
Bagi Mos, tantangan terbesar selama menjalani produksi bukan hanya mendalami karakter Somchai, tetapi juga menguasai bahasa Indonesia. Ia harus berlatih setiap hari agar mampu memahami dialog dan membangun emosi saat berakting. Tantangan tersebut menjadi pengalaman baru yang menurutnya sangat berharga.
Proses adaptasi pun terasa lebih ringan berkat bantuan lawan mainnya, Claresta Taufan, pemeran Andini. Mos menyebut Claresta selalu menciptakan suasana syuting yang nyaman sehingga chemistry antarpemain dapat terbangun secara alami.
"Kalau di set itu suasananya jadi enak dan dia benar-benar perhatian. Tantangan bahasa memang sangat besar, tetapi saya datang ke sini sebagai aktor sehingga harus terus belajar," ungkapnya.
| Baca Juga: Item, Kurus bak 'Pria dari Ciputat', Penampilan Iqbaal di Trailer Film 'Operasi Pesta Copet'
Selain berlatih akting, Mos juga terus memperbanyak praktik berbicara bahasa Indonesia agar semakin lancar selama proses produksi berlangsung.
Di luar pengalaman akting, Mos ternyata juga membawa pulang kesan manis dari Indonesia melalui kulinernya.
Ia mengaku sangat menyukai cita rasa makanan Indonesia, terutama masakan Padang dari rumah makan Pagi Sore yang pertama kali dikenalkannya saat awal tiba di Jakarta.
Mos bahkan mengaku hampir setiap hari kembali menikmati hidangan di restoran tersebut.
| Baca Juga: YouTuber Indonesia Medy Renaldy Diajak Tom Holland Lakukan Salam Ikonik Spider-Man
"Kalau makanan Indonesia benar-benar cocok banget di mulut aku. Habis diajak makan di Pagi Sore, jadinya makan Pagi Sore terus tiap hari. Kalau ada Pagi Sore di mana, ada aku di situ. Enggak gendut kok, soalnya aku juga olahraga tiap hari," ujarnya sambil tertawa.
Dengan kehadiran Moslhong, Bunga di Tepi Jurang bukan hanya menawarkan kisah emosional tentang perjuangan hidup, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi internasional yang memperkaya industri serial Indonesia. (*)







