Stop Buru-Buru Ajari Anak Akademik, Begini Tahapan yang Benar Menurut Dokter Anak
VIVIA MEDIA — Tren mengenalkan pelajaran akademik sejak usia sangat dini membuat tidak sedikit orang tua merasa harus mengejar ketertinggalan anaknya. Padahal, menurut dokter spesialis anak dr. Yoga Yandika, Sp.A, kemampuan belajar anak berkembang secara bertahap. Upaya untuk memaksakan tahapan justru bisa berbalik merugikan.
"Jadi bukan sejak bayi langsung diajarkan problem solving atau coding. Semua ada tahapannya," tegas dr. Yoga, Founder Yo Clinic – Klinik Anak, Gigi dan Fisioterapi, dalam bincang-bincang S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain di Senayan City, Jakarta.
Di usia 0-6 bulan, bayi belum siap untuk pembelajaran formal apa pun. Cara belajar mereka adalah lewat gerakan tubuh dan eksplorasi indra. Termasuk kebiasaan memasukkan benda ke mulut yang sering dikira sekadar refleks.
"Di usia itu anak mulai belajar mengambil benda, melihat benda, lalu mengenali bentuk dan teksturnya. Itu adalah proses belajar," jelas dr. Yoga.
| Baca Juga: Rahasia di Balik Kecerdasan Anak: Semua Terjadi di Fase 5 Tahun Pertama
Barulah setelah usia sekitar satu tahun, anak bisa mulai dikenalkan pada nama benda, warna, dan hitungan sederhana. Tahap pemecahan masalah pun diperkenalkan secara perlahan, bukan langsung dalam bentuk pembelajaran terstruktur.
Dunia Bermain yang Tidak Boleh Dilewati
Dr. Yoga menyarankan usia 2–3 tahun tetap didominasi oleh aktivitas bermain, bukan belajar formal. Baru di atas usia tiga tahun, orang tua bisa mulai memperkenalkan aktivitas belajar yang lebih terarah tanpa menghilangkan unsur bermain sama sekali.
Ia mengingatkan risikonya jika tahapan ini dilompati: "Kalau anak belajar terlalu cepat, dunia bermainnya bisa hilang terlalu cepat. Dampaknya, kreativitasnya justru bisa menjadi lebih tumpul."
Stimulasi Sehari-Hari yang Bisa Dilakukan Orang Tua Sibuk
Kabar baiknya, stimulasi otak anak tidak butuh alat mahal atau waktu berjam-jam. Beberapa aktivitas sederhana ini terbukti efektif menurut dr. Yoga:
| Baca Juga: Studi: Mengasuh Anak Ternyata Ampuh Untuk Kesehatan Otak Ayah







