Stop Buru-Buru Ajari Anak Akademik, Begini Tahapan yang Benar Menurut Dokter Anak
• Bernyanyi bersama: membantu perkembangan bahasa anak secara alami.
• Membacakan buku cerita: memperkaya kosakata sekaligus membangun kedekatan emosional.
• Puzzle, balok susun, atau permainan mencocokkan bentuk: melatih kemampuan berpikir dan problem solving.
• Bermain di luar rumah: memberi anak pengalaman belajar langsung dari lingkungan sekitarnya.
Kuncinya bukan durasi, tapi fokus. "Berikan satu permainan dalam satu waktu selama sekitar 15 menit. Anak akan belajar fokus sekaligus melatih kemampuan problem solving," ujar dr. Yoga.
| Baca Juga: Dimulai dari Orang Tua, Catatan Kurva Pertumbuhan Anak Penting untuk Deteksi Stunting
Batasi Gawai Sejak Dini
Di tengah kemudahan akses gawai, dr. Yoga mengingatkan bahaya screen time berlebihan pada anak usia dini.
"Screen time yang berlebihan dapat menyebabkan overstimulasi dan mengurangi pengalaman belajar anak," katanya. Paparan layar yang terlalu banyak membuat anak kehilangan kesempatan belajar langsung dari interaksi nyata dengan lingkungan dan orang di sekitarnya.
Jam Tidur Bukan Sekadar Istirahat
Selain stimulasi, dr. Yoga menyoroti pentingnya jam tidur berkualitas. Proses pemulihan tubuh berlangsung paling optimal pada rentang waktu tertentu di malam hari, sehingga anak idealnya sudah tidur nyenyak sebelum pukul 22.00.
"Kalau bisa anak sudah tidur sebelum pukul 22.00. Proses pemulihan tubuh berlangsung optimal pada pukul 22.00 sampai 02.00," jelasnya. Durasi tidur pun perlu disesuaikan dengan usia. Semakin kecil anak, semakin panjang kebutuhan tidurnya.







