Yoko Morishita, Ballerina Tertua di Dunia Masih Aktif Manggung di Usia 77 Tahun
VIVIA MEDIA — Penari balet asal Jepang, Yoko Morishita akan genap berusia 78 tahun pada 7 Desember 2026. Namun ia masih aktif menari di atas panggung.
Morishita dikenal sebagai salah seorang prima ballerina alias pemain balet profesional dengan keahlian tinggi di Matsuyama Ballet Company, Jepang.
Tidak hanya itu, ia juga dikenal sebagai balerina aktif tertua di dunia. Hebatnya, Morishita mampu membawakan peran karakter utama yang berat.
Pada Januari 2026, ia berperan sebagai Odette dan Odile dalam pertunjukan ikonik ‘Swan Lake’. Empat bulan kemudian, ia membawakan ‘Coppelia’.
| Baca Juga: Terinspirasi Pandawara Group, 4 Bocah SD Ini Bikin Kelompok Bersih-bersih Lingkungan
Kini, ia tengah berlatih untuk pertunjukan barunya, ‘The Nutcracker’. Morishita kembali menjadi pemeran utama, Clara.
Menjadi penari utama dalam sebuah pertunjukan balet bukan hal yang mudah. Seorang balerina umumnya hanya akan bertahan hingga berusia 40-an. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Yoko Morishita.

Menariknya, wanita itu lahir dengan tubuh yang lemah. Dokter pun menyarankan agar ia lebih aktif bergerak. Dari sanalah pertemuannya dengan balet dimulai.
Yoko Morishita bergabung dengan kelas balet di TK dekat rumahnya di Hiroshima dan langsung jatuh cinta.
“Kalau saat itu tidak ada kelas balet, hidupku pasti akan benar-benar berbeda. Dewa Balet seperti berkata kepadaku, ‘Kamu ditakdirkan untuk menari balet’,” ucapnya, dilansir dari Parade, Selasa (28/7/2026).
| Baca Juga: Fashion Fails! Intip Busana Terburuk Selebriti di Final Piala Dunia 2026
Berkat dukungan keluarga dan teman-teman, bakat Morishita berkembang pesat. Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya dia menjadi seorang balerina yang anggun sekaligus kuat.
Di negaranya, Morishita dikenal sebagai seorang penari yang selalu sukses membuat penonton terpana. Sejumlah karakter ikonik pun melekat padanya, termasuk Clara ‘The Nutcracker’ hingga Odette serta Odile ‘The Swan Lake’.
Sepanjang kariernya, ia turut mengembangkan dunia balet Jepang bersama koreografer Tetsuro Shimizu. Kolaborasi mereka berhasil mengangkat pamor balet Negeri Sakura hingga ke taraf internasional.
Keanggunan dan kekuatan fisik Yoko Morishita sebagai penari balet pun sukses menarik perhatian sejumlah netizen.
| Baca Juga: Tari Kipas Ajer Antar Svadara Warna Indonesia Raih Gold Medal di Asia Arts Festival 2026
Mereka kagum padanya, apalagi ia masih bisa melakukan gerakan pointe (berdiri dengan ujung kaki) di usianya yang tak lagi muda.
Tidak hanya itu, Yoko Morishita juga pernah tampil bersama maestro dunia Rudolf Nureyev sebanyak 200 kali dan melakukan tur bersama Dame Margot Fonteyn.
“Sungguh senang rasanya melihat seorang wanita terus berkarya hingga ia menua,” komentar seorang netizen.
“Tampil sekali dengan Rudolf Nureyev, sekali saja, sudah merupakan sebuah kehormatan besar, dan dia justru melakukannya sebanyak 200 kali,” komentar netizen lain. (*)







