Garuda dalam Songket, Bahasa Fashion Baru Kolaborasi Desainer Indonesia-Prancis
VIVIA MEDIA — Kolaborasi lintas negara kembali membuktikan bahwa fashion mampu menjadi bahasa budaya yang universal. Kolaborasi Beatrice Angelica dan Mickael Nana, desainer asal Indonesia dan Prancis, sukses menghadirkan koleksi Garuda.
Koleksi Garuda sendiri lahir dari Pintu Residency Program, inisiatif Institut Français Indonesia bersama Lakon Indonesia yang digagas Thresia Mareta.
Selama sekitar empat bulan, Beatrice, pendiri Noen, dan Mickael, pendiri Marlon Nana, mengeksplorasi tekstil Nusantara untuk menerjemahkan identitas Indonesia lewat sudut pandang yang mempertemukan warisan lokal dengan desain global.
Garuda selama ini identik dengan lambang negara dan simbol kekuatan. Namun di tangan keduanya, simbol itu tidak diterjemahkan secara harfiah. Tidak ada siluet burung raksasa atau ornamen yang gamblang. Maknanya dijahit perlahan lewat tekstur, struktur, warna, serta pertemuan teknik tekstil Nusantara dengan presisi European tailoring.
| Baca Juga: Arsitek Merangkap Desainer: Debora Mettu dan Filosofi Garis di Balik Setiap Rancangannya
Semuanya Berawal dari Lombok
Begitu dipasangkan dalam program residensi, keduanya langsung berangkat ke Lombok, tinggal sekitar sepekan bersama perajin perempuan penenun songket. Saat itu mereka bahkan belum saling mengenal.
"Pas awal ikut program ini kami benar-benar enggak tahu bakal dipasangkan sama siapa. Aku juga baru kenal Mickael sekitar empat bulan lalu, tepat saat dia datang ke Indonesia," ujar Beatrice saat ditemui dalam kegiatan Re-See French Designers x Residency, di Fashion Tent La Piazza Summarecon Kelapa Gading, Jakarta, pada Senin (27/07).
Proses kreatif dimulai dari merancang kain, bukan sketsa busana. Bersama para perajin, mereka menyusun grafis, memilih benang, menentukan warna, hingga mencoba menenun langsung.
Dari proses itu lahir tiga tekstil eksklusif berbahan katun dengan pewarna alami, memakai teknik songket dan tenun tradisional, diperkaya motif Garuda dan sulaman beludru. Tekstil tersebut menjadi fondasi sepuluh tampilan ready to wear untuk pria dan perempuan, memadukan siluet tailoring dengan denim, beludru, dan tenun tangan.
| Baca Juga: Enam Tahun Menghilang dari Runway, Billy Tjong Kembali Demi Mencetak Generasi Baru Desainer
Mencari Garuda dari Anyaman Songket







