Kisah Nyata Film ‘Baby Udon’: Perjalanan Cinta Emosional Bos Marugame Indonesia dengan Seorang Kasir
Fany tidak langsung percaya saat itu, tapi ia bersedia menjalin hubungan asmara dengan almarhum. Tak disangka, Hajime justru semakin menunjukkan keseriusannya.
Pria itu bahkan datang ke Probolinggo, kampung halaman Fanny, untuk melamarnya secara resmi.
| Baca Juga: Sosok Suami Celine Evangelista Dibongkar Sahabat
Namun perjalanan menuju pernikahan tidaklah mudah. Selain karena perbedaan usia yang mencapai 25 tahun, status almarhum sebagai duda 3 anak, dan perbedaan agama menjadi penghalang.
Ajaibnya, entah bagaimana almarhum Hajime Kondoh mendapat hidayah dan bersedia menjadi mualaf.
“Persiapan akad itu, dia sebetulnya belum mau mualaf. Tapi tiba-tiba demam lima hari, dibawa ke rumah sakit masih demam. Aku bilang, ‘Aku ingin kita bukan hanya bersama di dunia ini, tapi di akhirat juga. Aku pengin kita masuk surga yang sama,’” cerita Fanny.
Hajime Kondoh akhirnya resmi menjadi mualaf pada 2017. Di tahun itu juga mereka menikah.
Namun lagi-lagi, mereka harus menghadapi tantangan berat karena sulit mendapatkan anak. Proses bayi tabung yang mereka jalani terus gagal.
| Baca Juga: Denny Sumargo Main di Film Baby Udon, Angkat Kisah Viral Fanny Kondoh
Hati Fanny semakin hancur ketika di tengah proses bayi tabung, suaminya divonis mengidap kanker.
Di akhir hayatnya, Hajime sempat berpesan kepada istrinya dan berdoa agar proses bayi tabung yang mereka jalani berhasil.
“Ketika dia sakaratul maut, itu dari pagi, tensinya terus turun. Dia pegang perut aku dan bilang, ‘Ya Allah, lindungilah anak dan istriku, aku nggak apa-apa kalau pergi, tapi lindungi istri dan anakku,’” kata Fanny, meniru kata-kata terakhir suaminya.







