Mengapa Para Desainer Kini Kembali Mencari Artisan? Ini Alasannya
| Baca Juga: Setelah Kreativitas dan Desain, Brand Fashion Wajib Bangun Fondasi Bisnis
Mickael menambahkan pentingnya memastikan manfaat sampai kepada pihak pihak di balik penciptaan karya, sekaligus membedakan antara melindungi sebuah craft dan menguasainya sepenuhnya. Sementara Fengyuan memilih strategi koleksi, menghadirkan sebagian karya yang menonjolkan craftsmanship dan sebagian lain yang tetap terjangkau bagi konsumen.
Para pembicara akhirnya sepakat, masa depan industri mode tidak semata ditentukan regulasi atau teknologi, melainkan oleh pendidikan, riset, inovasi, kolaborasi, serta hubungan sehat antara desainer, artisan, produsen, dan konsumen.
Thresia menegaskan bahwa prioritas lima tahun ke depan adalah membangun ekosistem yang lebih kuat, bukan mengejar volume. Gabriel juga berharap desainer dapat mempererat hubungan dengan generasi kedua dan ketiga artisan. Misalnya di bidang batik.
Masa depan mode, pada akhirnya, akan dimiliki oleh mereka yang mampu membangun hubungan paling kuat antara manusia, pengetahuan, budaya, dan nilai di balik setiap karya. (*)







