Misi Besar Fifi Sijangga di Ulang Tahun ke-70 Marlupi Dance Academy
VIVIA MEDIA — Marlupi Dance Academy (MDA) merayakan ulang tahun yang ke-70 dengan menggelar pementasan bertajuk ‘Snow White in Ballet and Sweetland’ di Balai Pemuda Surabaya pada 1-2 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Marlupi Sijangga mengaku tidak percaya bahwa sekolah balet yang didirikannya bisa bertahan hingga tujuh dekade lamanya. Ia berharap generasi selanjutnya bisa menjaga warisan MDA dan terus mengembangkan ilmu mereka.
“Itu adalah perjuangan saya. Makanya saya berharap, masih mau generasi selanjutnya berjuang dan semangat terus,” ungkapnya dalam video sambutan yang ditayangkan sebelum pementasan dimulai.
Didirikan pertama kali pada 1956, Marlupi Dance Academy kini dikelola oleh generasi ke dua, Fifi Sijangga. Ia juga berperan sebagai Artistic Directors di sana.
| Baca Juga: Gelar Pementasan 'Snow White', Marlupi Dance Academy Peringati 70 Tahun Perjalanan Seni Balet Indonesia
Perjalanan Fifi dengan MDA terbilang panjang. Ia mulai berlatih dengan MDA saat masih berusia 5 tahun, kemudian memperdalam ilmunya ke sejumlah sekolah balet ternama, termasuk Singapore Dance Art, Royal Academy of Dance di London, serta Beijing Dance Academy, hingga akhirnya kembali ke Tanah Air untuk mengabdi.
Tidak heran angka 70 tahun sangat berarti baginya. Fifi bertekad melanjutkan visi ibunya untuk menjadikan MDA sebagai sekolah balet panutan di Indonesia.
“Tahun ke-70 ini menandakan kami sebagai sekolah tertua di Indonesia, sehingga kami harus bisa menjadi panutan, yang terbaik,” ucapnya kepada Vivia Media saat ditemui di Balai Pemuda, Minggu (2/7/2026).
“Kami harus bisa menjadi pondasi balet yang baik dan benar. Karena balet itu sangat susah, tidak hanya sekadar melihat YouTube, tahu gerakannya, dan mengajar murid,” lanjutnya.
| Baca Juga: Mengenal Devyn Dalton, Wanita yang Jadi Stunt Double Matt Damon di 'The Odyssey'
Sebagai genarasi ke dua dan menjadi penghubung ke generasi berikutnya, Fifi Sijangga mengaku telah menghadapi sejumlah tantangan. Meski demikian, menurut pandangannya, MDA kini sudah jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan dulu.
Tentu hal tersebut tidak ia raih sendiri. Semua berkat bantuan para guru dan murid sekolah balet tertua di Indonesia itu.
Ia pun memberikan apresiasi khusus kepada beberapa guru yang telah mengabdi kepada MDA selama 20 tahun lebih. Mereka adalah Miss Iin, Miss Elizabeth Chan, Miss Jenny Susilo, Miss Lim Siu Li, Miss Dwi Wahyuni Kristanti, Miss Lily, Miss Tya Arum Puspitasari, dan Miss Yanitra Djatimulja.
Kiprah murid lulusan MDA pun tidak main-main. Mereka kini tersebar di berbagai sekolah, bahkan ada yang mendapatkan beasiswa dari akademi balet prestisius.
| Baca Juga: Kisah Nyata Film ‘Baby Udon’: Perjalanan Cinta Emosional Bos Marugame Indonesia dengan Seorang Kasir
“Mungkin kami bisa disebut sebagai yang terbaik di Indonesia karena kami selalu membawa nama negeri ke mana pun kami berada. Murid-murid Marlupi kan sekarang sudah tersebar di mana-mana,” ungkapnya.
“Mereka ada yang mendapat beasiswa di sekolah luar negeri yang terkenal, seperti Royal Ballet School Curtis, Princess Grace Academy di Monaco, Australian Ballet School, dan lain-lain,” lanjutnya.
Melihat kiprah murid lulusan Marlupi Dance Academy dan antusiasme tinggi masyarakat Indonesia terhadap balet, Fifi Sijangga berharap sekolah balet yang ibunya dirikan bisa terus menghasilkan penari hebat lainnya.
“Semoga ada banyak generasi yang lebih hebat lagi nantinya dengan ilmu yang kami bagikan,” pungkasnya. (*)







