Mata Bayi Menyala Seperti Kucing Saat Difoto? Bisa Jadi Tanda Awal Retinoblastoma
VIVIA MEDIA — Banyak orang tua baru menyadari ada yang berbeda pada mata anak setelah melihat hasil foto. Alih-alih memantulkan warna merah seperti biasanya, salah satu mata bayi justru tampak putih berkilau menyerupai mata kucing saat terkena flash kamera.
Meski terlihat sepele, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.
Dilansir Vivia Media dari berbagai sumber, dalam dunia medis, tanda itu dikenal sebagai leukokoria atau pupil putih, yang dapat menjadi salah satu gejala awal retinoblastoma, yaitu kanker mata yang paling sering terjadi pada bayi dan anak usia di bawah lima tahun.
Pantulan putih pada pupil biasanya lebih mudah terlihat saat ruangan gelap atau ketika tersorot flash kamera.
| Baca Juga: Mata Katarak Tak Perlu Menunggu Parah, Deteksi Dini Perbesar Peluang Sembuh
Karena itu, foto yang diambil menggunakan flash justru bisa membantu orang tua mengenali tanda awal kelainan pada mata anak.
Selain munculnya efek mata kucing, retinoblastoma juga dapat ditandai dengan mata juling yang muncul tiba-tiba, mata merah tanpa penyebab yang jelas, pembengkakan pada mata, hingga gangguan penglihatan yang membuat anak sering menabrak benda.
Retinoblastoma terjadi akibat mutasi pada gen RB1 yang menyebabkan sel-sel retina tumbuh tidak terkendali. Penyakit itu memang tergolong langka, tetapi dapat berkembang dengan cepat apabila tidak segera ditangani.
Semakin dini retinoblastoma terdeteksi, semakin besar peluang dokter untuk menyelamatkan nyawa anak, mempertahankan bola mata, hingga menjaga fungsi penglihatannya.
| Baca Juga: Anak Disebut Juling, Erika Carlina Langsung Bawa Baby Andrew ke Dokter Mata
Sebaliknya, jika terlambat, sel kanker berisiko menyebar ke jaringan lain, termasuk otak dan sumsum tulang.
Karena itu, orang tua disarankan tidak mengabaikan perubahan sekecil apa pun pada mata anak.
Jika hasil foto berulang kali menunjukkan pantulan putih hanya pada satu mata atau disertai gejala lain yang mencurigakan, segera periksakan anak ke dokter spesialis mata untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Perlu diingat, tidak semua pantulan putih pada mata berarti retinoblastoma.
| Baca Juga: Tak Semua Mata Minus Cocok Menjalani LASIK
Namun, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin bila memang ditemukan gangguan pada mata.
Apakah Retinoblastoma Bisa Sembuh?
Retinoblastoma dapat disembuhkan melalui berbagai macan jenis pengobatan. Semakin cepat terdeteksi, akan semakin cepat pula anak mendapatkan penanganan yang tepat.
Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), beberapa metode pengobatannya, yakni kemoterapi, laser, cryotherapy (pembekuan tumor), terapi suntik mata, penyinaran, dan pembedahan.
Apabila tumor dinilai terlalu besar dan fungsi penglihatan sudah tidak bisa diselamatkan, dokter biasanya akan menyarankan operasi pengangkatan bola mata. (*)







