VIVIA MEDIA — Rasa perih saat buang air kecil atau bolak-balik ke toilet dengan urine yang keluar hanya sedikit sering dianggap keluhan biasa. Padahal, kondisi yang akrab disebut anyang-anyangan ini bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK) yang, bila dibiarkan, dapat menjalar hingga ke ginjal.

“Kesehatan kandung kemih sering kali berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari. Karena itu, menjaga pola minum, tidak menahan buang air kecil, menjaga kebersihan organ intim, serta mengenali gejala sejak dini merupakan langkah sederhana yang sangat penting,” ujar dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U, Dokter Spesialis Urologi RS Pondok Indah - Bintaro Jaya.

ISK terjadi ketika bakteri, paling sering Escherichia coli (E. coli), masuk lewat uretra dan berkembang biak di saluran kemih.

Gejalanya beragam: nyeri atau sensasi terbakar saat berkemih, keinginan kencing yang terus muncul, urine keruh atau berbau menyengat, hingga demam dan nyeri punggung jika infeksi sudah mencapai ginjal.

| Baca Juga: Mastitis Pada Ibu Tak Harus Hentikan Perjalanan Menyusui Buah Hati

ISK tercatat sebagai infeksi kedua terbanyak di Indonesia setelah infeksi saluran pernapasan, dengan sekitar 8,3 juta kasus per tahun. Wanita lebih rentan mengalaminya karena uretra yang lebih pendek, ditambah faktor lain seperti aktivitas seksual, kehamilan, menopause, dan diabetes.

dr. Ima mengingatkan agar tidak sembarangan minum antibiotik tanpa resep dokter karena berisiko memicu resistensi.

“Jika memang diperlukan, penggunaannya harus berdasarkan pemeriksaan dan resep dokter,” tegasnya.

11 Kebiasaan Sederhana Menjaga Kandung Kemih

1. Cukupi kebutuhan air putih. Orang dewasa dianjurkan minum 8–10 gelas per hari; khusus wanita, minimal 2 liter untuk membantu mengurangi risiko ISK.

| Baca Juga: Sering Kretek-Kretek Jari Tangan, Benarkah Bikin Sendi Sakit?

2. Jangan menahan buang air kecil. Berikan kesempatan kandung kemih mengosongkan urine secara teratur.

3. Jangan terburu-buru saat berkemih. Kencing perlahan dan tuntas agar kandung kemih kosong optimal.

4. Buang air kecil setelah berhubungan seksual, lalu bersihkan area genital dengan baik untuk membantu mengeluarkan bakteri.

5. Batasi makanan-minuman pengiritasi seperti kopi, teh, minuman berkafein, alkohol, serta makanan pedas dan asam.

| Baca Juga: Mendengarkan Sinyal Tubuh: Kunci Deteksi Dini Kanker dan TBC

6. Jaga berat badan ideal karena berat berlebih menambah tekanan pada area perut dan kontrol berkemih.

7. Berhenti merokok, karena kebiasaan ini juga meningkatkan risiko kanker kandung kemih.

8. Rutin senam Kegel untuk memperkuat otot dasar panggul dan mencegah inkontinensia urine.

9. Bersihkan organ intim dari depan ke belakang (khusus wanita) untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke saluran kemih.

| Baca Juga: Deteksi Dini Penyakit Jantung Rematik, YJI Skrining 8.000 Anak SD

10. Jangan abaikan gangguan berkemih. Segera konsultasikan ke dokter bila ada kesulitan menahan atau mengosongkan urine.

11. Jaga pakaian dalam tetap bersih dan kering, serta ganti secara berkala untuk mencegah area genital lembap.

Selain kebiasaan di atas, pola makan sehat seperti buah beri, apel, pir, sayuran hijau, dan yogurt berprobiotik dapat mendukung kesehatan kandung kemih, meski bukan pengganti pengobatan ISK.

“Kandung kemih yang sehat mendukung kualitas hidup. Jangan menunggu sampai keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kenali gejalanya, lakukan pencegahan, dan bila muncul keluhan yang menetap atau berulang, segera berkonsultasi untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” pungkas dr. Ima. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: