Donald Trump 'Ngompori' Raja Charles III, Akui Senang Harry dan Meghan Pindah dari AS
VIVIA MEDIA — Presiden Donald Trump mengaku bahagia mendengar kabar kepindahan Pangeran Harry dan Meghan Markle dari Amerika Serikat ke Inggris. Ia bahkan memanas-manasi Raja Charles III.
Hal tersebut disampaikan oleh Trump dalam sesi tanya jawab bersama wartawan di Gedung Putih, Washington D.C., pada Rabu (2/9/2026).
"Saya senang tentang hal itu (kepindahan Harry dan Meghan), saya bukan penggemar (mereka)," ujarnya seperti dikutip dari People, Kamis (3/9/2026).
Presiden Amerika Serikat ke-47 itu menilai, Harry tidak menghormati keluarga kerajaan Inggris. Meghan juga disebut tidak sopan kepada Raja Charles III. Itulah yang membuatnya tidak menyukai keduanya.
| Baca Juga: 4 Tahun di AS, Pangeran Harry Siap Boyong Keluarga Pindah ke Inggris Akhir Agustus 2026
"Saya pikir mereka memperlakukan keluarga kerajaan dengan sangat tidak sopan. Saya tidak menyukainya. Saya tidak suka cara dia (Meghan) berperilaku. Saya pikir dia sangat tidak sopan kepada mendiang Ratu (Elizabeth II) dan kepada Raja Charles," tutur Trump.
Donald Trump menegaskan bahwa ia telah menjalin hubungan baik dengan sang Raja sejak lama, bahkan sejak suami Ratu Camilla itu masih berstatus pangeran. Ia menyebut Raja Charles III sebagai sosok yang sangat luar biasa.
Namun, jika ia menjadi Raja Charles III, ia tidak akan mengizinkan Harry dan Meghan kembali ke Inggris.
"Aku tidak tahu, tapi mungkin aku berbeda. Aku tidak akan menerima mereka kembali. Jujur saja, jika aku adalah keluarga kerajaan, aku tidak akan merima mereka kembali," tambahnya.
| Baca Juga: 4 Tahun Terpisah, Anak Pangeran Harry dan Meghan Markle Akhirnya Bertemu Raja Charles III
Itu bukan kali pertama Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap Meghan Markle di depan publik. Ia pernah menyebut aktris berusia 45 tahun itu nasty atau jahat.
Sebelumnya, pada 2016, Meghan menyebut Trump sebagai sosok misoginis dan suka memecah belah dalam sebuah wawancara.
"Saya tidak tahu soal itu (disebut Meghan misoginis). Tidak, saya tudak tahu kalau dia itu jahat," ujar sang presiden dalam wawancara dengan The Sun pada 2019.
Sementara itu, Pangeran Harry dan Meghan Markle telah kembali ke Inggris bersama dua anak mereka, Archie dan Lilibet, pada akhir Agustus 2026.
| Baca Juga: Meta Bayar Ganti Rugi Rp319 Triliun, Terbukti Bikin Anak Kecanduan Instagram dan Facebook
Melansir dari laporan Page Six, keputusan pulang kampung tersebut didasari oleh keinginan Harry untuk tinggal dekat dengan ayahnya yang didiagnosis mengidap kanker pada 2024 lalu.
Selain itu, adik Pangeran William itu juga ingin anak-anaknya menjalin hubungan dekat dengan keluarga kerajaan Inggris.
Harry dan Meghan Pindah dari Inggris
Pasangan itu mengundurkan diri dari peran sebagai anggota senior Keluarga Kerajaan Inggris pada Januari 2020. Setelah itu, mereka pindah ke California, Amerika Serikat. (*)







