Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

“Collaboration is the key. Tidak bisa satu per satu. Kita membutuhkan kolaborasi berbagai nutrisi,” ujar dr. Leonirma.

WHO sendiri menekankan pentingnya keragaman makanan pada anak usia 6–23 bulan karena kebutuhan zat gizi tidak mungkin dipenuhi hanya dari kelompok makanan yang terbatas.

| Baca Juga: Amanda Manopo Alami Mata Minus Usai Melahirkan, Bisa Normal Lagi?

Lima Cara Lebih Praktis Menyusun Piring Anak

1. Jangan hanya mengejar anak kenyang.

Setiap kali makan, pikirkan kombinasi sederhana: sumber karbohidrat, protein, sayur atau buah, dan sumber lemak yang sesuai. Porsi dan teksturnya tentu disesuaikan dengan usia serta kemampuan makan anak.

2. Utamakan sumber protein.

Telur, ikan, ayam, daging, dan pangan hewani lainnya dapat menjadi pilihan yang bergantian. Telur juga termasuk sumber kolin yang baik.

| Baca Juga: Tempe hingga Sukun, 5 Superfood Lokal Indonesia yang Punya Segudang Manfaat

3. Buat satu bahan menjadi beberapa menu.

Anak yang menolak ikan belum tentu menolak semua olahan ikan. Begitu pula dengan telur atau sayuran. Tekstur, bentuk, dan cara penyajian dapat divariasikan tanpa harus memaksa anak menghabiskan makanan.

4. Jangan menilai pola makan hanya dari satu kali makan.

1 2 3 4

Tags: