Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Ikuti VIVIA Media di Google

VIVIA MEDIA — Sherina Munaf tidak hanya melihat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan Tengah dari balik layar.

Setelah tiba di Palangka Raya, ia ikut bergerak bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Pawerful Voices, BKSDA Kalteng, tim Dinas Kehutanan, relawan, hingga mahasiswa Universitas Palangka Raya.

Pengalaman itu bahkan sudah terasa sejak perjalanan menuju Kalimantan. Asap tebal membuat jarak pandang dari pesawat terganggu ketika hendak mendarat.

Sherina menyebut bau asap ikut masuk ke kabin hingga membuat tenggorokannya terasa gatal dan ia langsung mengenakan masker.

| Baca Juga: Cerita Margareta, Teman Maliya Finda, Pendaki yang Meninggal di Gunung Piramid

Cerita tersebut dibagikannya melalui Instagram secara bertahap selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 September 2026. Setiap harinya, ia mengunggah satu bagian yang berisi recap aktivitasnya pada hari tersebut.

Sesampainya di Palangka Raya, Sherina bersama tim membawa bantuan logistik untuk petugas yang sudah berhari-hari bekerja di lapangan.

Ia kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat penanganan. Salah satu titik yang didatanginya adalah Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.

Di sana, Sherina ikut melakukan pemadaman sekaligus rewetting atau pembasahan kembali lahan gambut. Menariknya, api yang terlihat sudah padam belum tentu benar-benar selesai.

| Baca Juga: Bukan Cuma Galang Donasi, Sherina Munaf Turun Langsung Tangani Karhutla Kalimantan

Bara bisa bertahan di bawah permukaan gambut dan kembali menyala.

Sherina Ikut Panggul Selang dan Temukan Medan yang Lebih Berat

Pada hari berikutnya, Sherina kembali turun ke area hutan di belakang Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya.

Lokasi tersebut hanya sekitar 200 meter dari gedung kampus dan sebelumnya juga menjadi tempat mahasiswa serta dosen beraktivitas.

Menurut Sherina, medan kali ini jauh lebih menantang dibandingkan lokasi rewetting sebelumnya.

| Baca Juga: Sempat Diselamatkan dari Asap Karhutla, Orangutan 'Sampurna' Akhirnya Mati

Banyak batang kayu berada di atas gambut yang sangat panas sehingga tim harus mendinginkan area terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh.

"Setiap kali kita melangkah ke depan, kita harus mendinginkan dulu karena masih sangat aktif baranya," ujar Sherina dalam unggahannya.

Yang membuatnya semakin memahami beratnya pekerjaan relawan adalah api yang terus muncul kembali. Setelah satu sisi dipadamkan, titik lain bisa kembali menyala.

Sherina bahkan mengaku staminanya mulai turun setelah beberapa hari berada di lapangan. "Beda sekali hari pertama dengan hari kedua gitu. Hari kedua staminaku turun," katanya.

| Baca Juga: Kian Memanas, Ruben Onsu Pertanyakan Urgensi Tes Kesehatan saat Bertemu Anak

Ia pun mengaku tidak bisa membayangkan para petugas yang harus berada berjam-jam di lokasi sambil melihat kawasan yang mereka cintai terbakar.

Hutan Kampus Ternyata Punya Biodiversitas Tinggi

Ada hal lain yang membuat Sherina merasa situasi tersebut tidak bisa dianggap sepele.

Kawasan hutan di belakang kampus UPR bukan sekadar lahan hijau, tetapi juga digunakan sebagai area praktikum dengan beragam tumbuhan dan satwa.

Sherina menyebut pada 2020 tercatat sekitar 63 spesies burung di kawasan tersebut. Setelah kebakaran, burung-burung itu tidak lagi terlihat di area yang sama.

| Baca Juga: Cuma Angkat Tumit, Ini 5 Manfaat Calf Raise yang Jarang Diketahui

Ia juga menyebut keberadaan reptil dan berbagai jenis satwa sebagai tanda ekosistem kawasan tersebut sebelumnya cukup sehat.

Kondisi itu membuat Sherina memahami mengapa mahasiswa dan dosen UPR begitu terikat dengan kawasan tersebut.

Sherina Ajak Publik Tidak Berhenti Bersuara

Dari pengalaman langsung tersebut, Sherina ingin masyarakat tidak hanya melihat karhutla lewat video di ponsel.

Ia mengajak mahasiswa dan masyarakat ikut berkontribusi sesuai kemampuan, sekaligus terus meningkatkan perhatian terhadap kondisi hutan dan satwa yang terdampak.

| Baca Juga: Disebut 'Jule Kedua', Vilmei Klarifikasi Isu Selingkuh dari Willie Salim

"Bantuan kalian matters untuk kita semua. Mari kita pulihkan hutan milik kita semua ini bersama-sama," ujar Sherina. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: