Bukan Sekadar Pengguna, Gen-Z Didorong Jadi Pencipta Teknologi
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google"Buat sesuatu. Publikasikan jika memang siap. Lihat responsnya. Dengarkan kritik. Kemudian perbaiki," tegas Parimal. Kesalahan dalam proses ini sebaiknya tidak dianggap kegagalan, melainkan cara mengetahui apa yang perlu diperbaiki, selama tidak berhenti pada satu percobaan.
Kreativitas juga tidak berarti harus dikerjakan sendirian. Bertemu orang lain, bertukar ide, atau berkolaborasi dengan orang yang memiliki keahlian berbeda dapat memperluas cara pandang sekaligus membuka peluang baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.
| Baca Juga: Pevita Pearce Soroti Kabut Asap di Kuala Lumpur, Singgung Dampak Karhutla Kalimantan
Di sisi lain, Gen-Z juga perlu berhati-hati agar tidak terjebak budaya serba cepat dalam melihat kreativitas. Tidak semua karya harus langsung menghasilkan uang. Ada masa untuk belajar, mencoba, dan membangun portofolio terlebih dahulu sebelum peluang ekonomi datang dengan sendirinya.
Parimal melihat Indonesia memiliki potensi kreatif besar.
"Kami menyadari bahwa Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa," ujarnya. Namun potensi itu tidak akan berkembang hanya karena teknologi tersedia, dibutuhkan keberanian mencoba dan konsistensi mengembangkan kemampuan.
Pertanyaan penting bagi Gen-Z bukan lagi soal teknologi apa yang paling baru, melainkan apa yang bisa dibuat dari teknologi yang sudah ada di tangan. Menjadi pengguna memang mudah, tetapi menjadi pencipta dengan gagasan dan suara sendiri adalah tantangan yang jauh lebih berarti. (*)







