Pahami Pentingnya Hidrasi, Proses Pemulihan Tubuh usai Lari
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleMasalahnya, pelari yang merasa sehat justru sering lupa minum. "Kadang-kadang karena pelari ini merasa sehat, jadinya suka lupa untuk hidrasi," ujarnya.
Dalam kondisi tertentu, tubuh bisa kehilangan satu hingga tiga liter cairan per jam. Untuk pelari 5K–10K yang berlari sekitar satu sampai dua jam, kehilangan cairan bisa mencapai satu liter.
| Baca Juga: Gemar Main Golf, Samuel Zylgwyn Mengaku Tak Mau Sembarangan Membeli Peralatan
Namun mengganti cairan yang hilang bukan berarti minum sebanyak-banyaknya sekaligus setelah finish. Minum terlalu banyak dalam satu waktu bisa membuat perut tidak nyaman, sementara minum terlalu sedikit membuat tubuh belum benar-benar terhidrasi.
Dr. Taufan menyarankan minum bertahap, misalnya satu gelas setiap 15 menit, atau lebih sering dengan tegukan kecil bagi yang membutuhkan.
Faktor lingkungan turut memperumit soal hidrasi ini. Suhu dan kelembapan Indonesia membuat tubuh bekerja lebih keras melepaskan panas, sehingga keringat yang keluar juga lebih banyak. Karena itu, jarak antarpos hidrasi dalam perlombaan di Indonesia perlu disesuaikan dengan kondisi ini, agar pelari tidak terlalu jauh dari akses minum.
Pelari berpengalaman biasanya bisa mengambil minum di pos hidrasi tanpa kehilangan ritme lari, sementara pelari baru disarankan menurunkan intensitas dulu sebelum minum, lalu kembali ke pace secara perlahan.
| Baca Juga: Marcell Darwin Tanamkan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini pada Anak Lewat Olahraga
Coach Andy dan dr. Taufan sepakat pada satu hal: pelari perlu mengenali sinyal tubuhnya sendiri. Medali di tangan dan sorak-sorai di garis finish bukan tanda bahwa perjuangan tubuh sudah tuntas.
Cairan masih perlu dikembalikan, suhu tubuh perlu diturunkan, dan otot masih butuh pemulihan. Menyelesaikan jarak lari adalah satu pencapaian. Namun memastikan tubuh kembali pulih dengan baik adalah pencapaian lain yang tak kalah penting. (*)







