Di Balik Dress Pink Olivia Rodrigo, Ada Kisah Perjuangan Desainer Palestina
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google
Perjuangan tidak berhenti di situ. Setelah gaun jadi, masalah selanjutnya adalah, bagaimana mereka mengirimkannya ke Olivia Rodrigo di Amerika Serikat?
| Baca Juga: Intip Koleksi Tas Mini Baru Amanda Manopo, Harganya Bikin Salfok!
Di Palestina sana, tidak ada kurir lokal yang bisa mengirim barang dengan cepat ke luar negeri. Pada akhirnya, gaun tersebut dititipkan kepada dua orang asing yang bersedia membawanya di bagasi pribadi hingga sampai ke tangan si penyanyi langsung.
Nol Collective Jadi Sumber Mata Pencarian Pengrajin Palestina
Sejak peristiwa 7 Oktober 2023, di mana kelompok militan Palestina, Hamas, menyerang wilayah Israel Selatan, banyak buruh Palestina yang kehilangan izin kerja. Sebagian dari mereka, khususnya yang perempuan, kemudian beralih ke kerajinan sulam.
Nol Collective pun menjadi tumpuan mata pencaharian bagi para penyulam. Penghasilan mereka sangat bergantung pada pesanan yang masuk.
| Baca Juga: Cerita di Balik Kebaya Resepsi Tunku Aishah Johara, Sarat Tradisi dan Sejarah
Yasmeen Mjalli mendirikan label tersebut pada 2020, berkolaborasi dengan koperasi perempuan, bengkel jahit, dan pengrajin sulam dengan tujuan membuat pakaian yang melestarikan kerajinan tradisional.
Bagi wanita itu, Nol Collective adalah sebuah label yang unik karena mereka tetap berkarya di tengah hambatan dan berbagai batasan akibat konflik yang melanda.
"Hambatan akan selalu ada, tetapi jika Anda bisa beradaptasi, Anda akan menuai hasilnya. Saya terus bangkit, bangkit, dan bangkit lagi," ucapnya. (*)







