Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

"Waktu itu sepertinya aku keracunan makanan. Jadi mengalami muntah-muntah dan diare parah. Sempat dibawa ke rumah sakit dan diinfus, tapi tidak sampai rawat inap, cuma disuruh istirahat dan pulang ke penginapan," jelas Anya Zen.

Pulang dari rumah sakit, Anya merasa kondisinya sudah membaik. Apalagi ia sudah disuntik obat anti mual. Dia memutuskan kembali ke lokasi karena jadwal padat yang berfokus penuh pada karakternya.

"Tapi begitu sampai di lokasi dan baru buka pintu mobil, aku langsung muntah lagi. Akhirnya Mas Hanung bilang, 'Enggak, enggak, pulang aja, istirahat.' Akhirnya aku balik ke hotel dan istirahat total selama tiga hari," kenangnya.

Selama masa pemulihan, tim produksi memutuskan menggunakan pemeran pengganti (body double) untuk menjaga kontinuitas syuting.

"Yang diambil untuk pemeran pengganti itu adegan-adegan seperti bagian kaki saja atau pengambilan gambar dari arah belakang," tegasnya.

Gandeng Psikolog

Sadar akan beratnya luka batin yang dialami karakter Ningsih, aktris 29 tahun ini berinisiatif menggandeng psikolog profesional sejak proses pra-produksi. Langkah ini diambil agar trauma karakter fiktif tidak terbawa ke kehidupan nyatanya.

"Itu inisiatif dan pilihan aku sendiri. Pada saat masa persiapan, aku sempat bicara ke casting director, Kak Widi, dan juga Mas Hanung untuk berkonsultasi dengan psikolog mengenai karakter Ningsih. Mereka sangat mendukung. Bahkan sesi pertemuannya dilakukan secara online di sela-sela proses reading," jelas Anya.

| Baca Juga: Agus Kuncoro Belajar Bersyukur dari Pemain Disabilitas di Film 'Istimewa'

"Aku tegaskan bahwa aku tidak mau luka batin yang dialami Ningsih itu terbawa menjadi luka pribadi aku. Dari situ, psikolog menyiapkan beberapa teknik grounding," terang pemain film Ali Topan ini.

Salah satu metode yang dipakai fokus pada indra penciuman, karena indra penciuman adalah indra yang paling cepat memanggil memori. Ia diminta membawa wangi-wangian hirup seperti incense atau parfum yang biasa ia pakai di rumah. "Supaya begitu sutradara teriak 'cut' setelah adegan berat, aku bisa langsung mencium aroma familiar itu untuk kembali ke diri aku sendiri," tambahnya.

Kendati telah menyiapkan semua itu, Anya merasa suasana kerja di lokasi syuting sangat membantu transisi emosinya. Lawan main yang melakoni adegan penyiksaan langsung bersikap suportif begitu kamera berhenti merekam.

1 2 3

Tags: