Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

"Lawan main aku yang adegannya menyiksa aku kan posisinya paling dekat secara fisik. Jadi begitu sutradara bilang 'action', dia menyiksa aku, tapi begitu 'cut', sambil menunggu tim artistik datang melepaskan ikatan atau kekangan. Suasana di lokasi mencair, kita bisa tertawa-tawa lagi," papar Anya.

| Baca Juga: Tayang di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik Film HOPE yang Dibintangi Zo In Sung dan Jung Ho Yeon

Pemulihan Fisik di Lombok dan Pola Kerja Tanpa Overlap

Usai merampungkan syuting film horor yang membalikkan jam tidur layaknya mengalami jet lag, Anya memilih rehat total selama satu hingga dua pekan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk memulihkan kebugaran fisiknya.

"Syuting horor itu sangat menguras tenaga, dan jam tidurnya terbalik seperti mengalami jet lag. Butuh waktu untuk mengembalikan ritme tidur normal. Jadi setelah selesai syuting, aku biasanya langsung pergi berlibur ke luar kota untuk mencari pantai. Kemarin aku ke Lombok, sekitar satu sampai dua minggu di sana," bebernya.

Anya menjelaskan bahwa terapi alam di pantai membantunya memulihkan kondisi fisik dan mengembalikan kesegaran kulitnya.

"Terkena sinar matahari dan menginjak pasir itu rasanya seperti grounding alami buat tubuh. Selain itu, setelah syuting horor biasanya kulit aku kelihatan sangat pucat karena kelelahan, jadi berjemur (tanning) di pantai membuat badan aku terlihat lebih segar dan sehat kembali," tutup Anya.

| Baca Juga: Lepas Aura CEO 'Queen of Tears', Kim Ji Won Jadi Ahli Bedah Jenius di 'Doctor X'

Film ini berlatar setahun sebelum meletusnya peristiwa 1965, Desa Lobang Buaya diguncang teror pembunuhan berantai yang mengincar para tokoh desa. Para korban ditemukan tewas mengenaskan dengan punggung berlubang serta sayatan kata-kata sindiran di tubuh mereka, seperti Tamak, Lamis, dan Maruk.

Saat desas-desus “Hantu Bolong” makin merebak, Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) diutus untuk mengusut dalang pembantaian tersebut. Teror makin menjadi-jadi ketika istri baru Soegeng, Arum Wangi (Carissa Perusset), mulai dihantui arwah perempuan yang menuntut organ tubuhnya dikembalikan.

Bisikan arwah yang menyebut Arum sebagai Ronggeng perlahan membuka tabir bahwa kekacauan ini bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari ritual gelap berbahaya untuk mengubah arah sejarah. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: