Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Ketika jaksa menggali pengetahuan Dude mengenai model bisnis DSI, ia membenarkan bahwa saat itu dirinya mendapat penjelasan mengenai perusahaan, termasuk konsep fintech berbasis syariah serta hubungan antara investor dan peminjam.

Namun, kerja sama yang semula berjalan secara profesional itu kemudian berujung pada keputusan Dude dan Alyssa mengembalikan honor yang mereka terima dari sisa kontrak.

| Baca Juga: Shabrina Adfi Beber Kronologi Uang Mertua Rp17 Miliar Raib di Bank BUMN

Total uang yang dikembalikan pasangan tersebut mencapai Rp5,25 miliar. Dude mengatakan keputusan itu muncul setelah dirinya menerima sejumlah pesan langsung dari lender atau pemberi dana yang mengaku terdampak persoalan DSI.

"Pertama memang kami merasa sangat prihatin dengan keadaan ini. Terutama dari pihak lender yang memang akhirnya banyak DM-DM dan kita akhirnya ada beberapa yang bisa ngobrol langsung dengan saya melalui DM. Kondisi mereka dan sebagainya," ujar Dude.

Menurut Dude, cerita dari para lender tersebut menjadi salah satu hal yang mendorongnya bersama Alyssa mengembalikan uang tersebut.

"Kemudian yang menggerakkan hati kami berdua untuk kami kembalikan. Dan buat kami ini bagian dari empati kami dan juga tanggung jawab kami sebagai BA. Total Rp 5,25 miliar," lanjutnya.

| Baca Juga: Difitnah Sebar Hoaks, Nikita Mirzani Siap Tunjukkan Bukti Utang Giorgio Antonio

Alyssa juga memberikan penjelasan mengenai keputusan tersebut. Ia menyebut pengembalian uang dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah mengetahui persoalan yang terjadi dan posisi mereka sebagai brand ambassador.

"Jadi seperti yang tadi sudah disampaikan oleh suami saya, salah satu alasan mengapa kami mengembalikan dana yang sudah kami terima sebagai brand ambassador, itu karena sebagai tanggung jawab moral kami," kata Alyssa.

Alyssa berharap langkah tersebut dapat membantu meringankan pihak-pihak yang terdampak. Ia juga menjelaskan bahwa selama proses kerja sama dengan DSI, dirinya lebih banyak memperoleh informasi melalui Dude.

Kasus PT DSI sendiri bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan gagal bayar. Dalam penyidikan, Bareskrim Polri menemukan dugaan penggunaan data peminjam lama untuk membuat seolah-olah terdapat proyek baru yang kemudian ditawarkan kepada masyarakat.

1 2 3

Tags: