Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Selain membawa cerita tentang anak-anak, Iyus Jenius juga menjadi tribute untuk mendiang Papa T Bob, legenda pencipta lagu anak Indonesia.

Sejumlah lagu anak populer era 1990-an seperti Diobok-obok, Jangan Marah, hingga Katanya kembali dihadirkan dalam film tersebut.

Lagu-lagu tersebut dikemas dengan aransemen musik yang lebih modern, tetapi tetap mempertahankan esensi dari karya aslinya.

| Baca Juga: Sering Dapat Peran Berat, Christine Hakim Jaga Mental dengan Rutin Baca Yasin

Babah yang merupakan putra Papa T Bob berharap film ini bisa menjadi jembatan nostalgia bagi orang tua sekaligus mengenalkan lagu-lagu tersebut kepada generasi anak-anak saat ini.

"Lagu-lagu Papa T Bob sudah menjadi bagian dari masa kecil banyak orang tua di Indonesia. Mulai hari ini, kami mengajak para orang tua untuk membawa anak-anak mereka ke bioskop dan mengenalkan lagu-lagu legendaris ini lewat sajian cerita yang seru dan relevan," ujar Babah.

Syuting Menantang Bersama Anak Anak

Pengalaman menggarap film ini Gandhi Fernando dan Adnan Djani mengaku ketagihan untuk kembali menghadirkan film anak. Menurut Gandhi, meski prosesnya penuh tantangan karena membutuhkan perhatian lebih pada cerita, musik, karakter, hingga pesan yang disampaikan, membuat film anak justru memberikan kepuasan tersendiri.

"Saat mengerjakan film ini kami sadar ternyata membuat film anak memang menantang, tapi justru memberikan kepuasan yang berbeda. Rasanya ingin terus menghadirkan karya-karya yang bisa dinikmati seluruh keluarga sekaligus memberi nilai positif," ujar Gandhi Fernando.

Adnan Djani pun melihat masih terbuka ruang yang luas untuk menghadirkan film anak Indonesia berkualitas. Ia berharap Iyus Jenius menjadi langkah awal bagi mereka untuk terus membuat cerita yang dekat dengan kehidupan anak-anak Indonesia.

"Kami melihat masih banyak ruang untuk menghadirkan film anak Indonesia yang berkualitas. Semoga film ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak cerita yang dekat dengan kehidupan anak-anak Indonesia," kata Adnan. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: