Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Dia melanjutkan, tetapi akting itu bukan kesurupan. Kalau kesurupan, kita kehilangan kendali sadar dan sutradara tidak akan bisa mengarahkan kita. Dalam seni peran, kesadaran dan kontrol diri seorang aktor justru harus tetap berada di tingkat tertinggi.

Surah Yasin sebagai Benteng Spiritual

Menyadari besarnya dampak psikologis dan kesakralan pesan yang diusung dalam film-film bermuatan luka kemanusiaan, Christine memilih pendekatan spiritual untuk menjaga kewarasannya. Ia membentengi diri dengan ritual ibadah rutin di lokasi syuting.

"Karena saya menyadari keterbatasan saya sebagai manusia biasa, dan beban pesan moral yang disampaikan dalam film begitu sakral dan menyangkut luka banyak orang, saya selalu memohon perlindungan kepada Tuhan," tuturnya.

| Baca Juga: Film Laut Bercerita Terpilih Ikut Kompetisi Utama Busan International Film Festival 2026

Perlindungan tersebut ia jalankan secara disiplin melalui pembacaan kitab suci di tengah padatnya jadwal pengambilan gambar. Hal itu ia lakukan agar jiwanya tetap terjaga dan terlindungi. Selain itu ia bisa membawakan amanah berupa pesan kemanusiaan dan kebaikan dalam film yang ia perankan.

"Selama proses produksi, saya membiasakan diri membaca Surah Yasin setiap hari, bahkan saat adegan-adegan berat bisa sampai tiga kali—di hotel, di lokasi syuting, maupun di basecamp," ujar Christine.

Alasan Tak Menggunakan Jasa Psikolog

Meski kerap bersinggungan dengan karakter-karakter yang mengalami trauma berat dan instabilitas mental, Christine mengaku tidak pernah mengandalkan bantuan profesional kejiwaan seperti psikolog untuk memulihkan kondisinya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan menggunakan jasa psikolog, Christine mengatakan tidak melakukan hal itu. Ia meluruskan bahwa sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap profesi psikologi, melainkan kesadaran diri atas batasan pertolongan manusia.

| Baca Juga: Aghniny Haque Harus Bicara Lewat Bahasa Isyarat di Film Khadam

"Bukan tidak percaya psikolog secara profesi, pasti saya percaya. Tapi masalahnya adalah kita harus memahami diri kita dan apa yang Tuhan amanatkan," ungkapnya.

1 2 3

Tags: