Masak Nasi Jangan Asal, Cara Ini Bisa Membantu Kurangi Arsenik dalam Beras
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleSeberapa bahaya arsenik dalam beras?
Yang perlu diperhatikan bukan sekali makan nasi lalu langsung sakit. Risikonya lebih berkaitan dengan paparan berulang dalam jangka panjang.
Consumer Reports menyebut 42 persen produk yang diuji memiliki kadar arsenik anorganik yang cukup tinggi sehingga konsumsi satu porsi setiap hari dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker kulit, kanker kandung kemih, dan diabetes tipe 2.
| Baca Juga: Amanda Manopo Alami Mata Minus Usai Melahirkan, Begini Fakta Medisnya
Cara memasak nasi untuk mengurangi arsenik
Nah, bagian ini yang harus diketahui. Salah satu metode yang bisa dicoba adalah memasak beras seperti pasta.
1. Gunakan air jauh lebih banyak daripada biasanya, sekitar 6 sampai 10 bagian air untuk 1 bagian beras.
2. Rebus beras hingga matang.
3. Setelah matang, tiriskan airnya.
Menurut data U.S. Food and Drug Administration (FDA), cara ini dapat mengurangi arsenik sekitar 40 hingga 60 persen.
Ada juga metode parboiling, yaitu merebus beras selama sekitar lima menit, membuang air rebusan, kemudian melanjutkan memasak dengan air baru.
| Baca Juga: Bukan Cuma DHA, Ini Kolaborasi Nutrisi yang Dibutuhkan Otak Anak
Pengujian Consumer Reports menemukan metode ini dapat mengurangi arsenik anorganik sekitar 50 persen pada beras merah dan 58 persen pada beras putih.
Jadi, bukan berarti nasi harus dihindari. Mengganti jenis beras secara berkala, tidak terlalu bergantung pada nasi setiap hari, dan memilih cara masak yang tepat bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan arsenik. (*)







