Masak Nasi Jangan Asal, Cara Ini Bisa Membantu Kurangi Arsenik dalam Beras
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Memasak nasi biasanya tinggal mencuci beras, tambahkan air, lalu tunggu matang. Namun, ada satu hal yang mungkin belum banyak diketahui.
Cara memasak tertentu ternyata bisa membantu mengurangi paparan arsenik dari beras, salah satunya dengan merebus beras dalam banyak air lalu membuang airnya.
Arsenik merupakan unsur alami yang bisa ditemukan di tanah, air, dan udara.
Ada arsenik organik dan anorganik, tetapi jenis anorganik lebih perlu diperhatikan karena bersifat lebih toksik dan paparan dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, penyakit kardiovaskular, hingga diabetes.
| Baca Juga: Skor IQ Bukan Penentu, Ini Kunci Lain yang Menentukan Potensi Anak
Kenapa beras mengandung arsenik?
Beras punya kemampuan menyerap arsenik lebih banyak dibandingkan sejumlah tanaman lain. Penyebabnya berkaitan dengan cara padi ditanam.
Sawah yang tergenang membuat kondisi tanah kekurangan oksigen sehingga arsenik lebih mudah terlepas dari tanah dan diserap oleh akar padi.
Consumer Reports menguji 52 produk beras pada 2026 dan menemukan arsenik anorganik dalam seluruh sampel yang diperiksa. Namun, kadarnya tidak sama pada setiap jenis beras.
Beras mana yang lebih banyak arseniknya?
Beras merah cenderung memiliki kadar arsenik lebih tinggi dibandingkan beras putih dari jenis yang sama. Pasalnya, arsenik lebih banyak terkumpul pada lapisan luar beras, yaitu bran dan germ, yang masih terdapat pada beras merah.
| Baca Juga: Cuma Angkat Tumit, Ini 5 Manfaat Calf Raise yang Jarang Diketahui
Sebaliknya, beras putih basmati dari California, India, dan Pakistan serta beras sushi termasuk pilihan yang memiliki kadar arsenik lebih rendah dalam pengujian Consumer Reports.
Namun, bukan berarti beras merah harus langsung dicoret dari menu. Perlu diketahui, kadar arsenik juga dipengaruhi jenis beras, wilayah tempat padi ditanam, tanah, hingga air yang digunakan.
Seberapa bahaya arsenik dalam beras?
Yang perlu diperhatikan bukan sekali makan nasi lalu langsung sakit. Risikonya lebih berkaitan dengan paparan berulang dalam jangka panjang.
Consumer Reports menyebut 42 persen produk yang diuji memiliki kadar arsenik anorganik yang cukup tinggi sehingga konsumsi satu porsi setiap hari dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker kulit, kanker kandung kemih, dan diabetes tipe 2.
| Baca Juga: Amanda Manopo Alami Mata Minus Usai Melahirkan, Begini Fakta Medisnya
Cara memasak nasi untuk mengurangi arsenik
Nah, bagian ini yang harus diketahui. Salah satu metode yang bisa dicoba adalah memasak beras seperti pasta.
1. Gunakan air jauh lebih banyak daripada biasanya, sekitar 6 sampai 10 bagian air untuk 1 bagian beras.
2. Rebus beras hingga matang.
3. Setelah matang, tiriskan airnya.
Menurut data U.S. Food and Drug Administration (FDA), cara ini dapat mengurangi arsenik sekitar 40 hingga 60 persen.
Ada juga metode parboiling, yaitu merebus beras selama sekitar lima menit, membuang air rebusan, kemudian melanjutkan memasak dengan air baru.
| Baca Juga: Bukan Cuma DHA, Ini Kolaborasi Nutrisi yang Dibutuhkan Otak Anak
Pengujian Consumer Reports menemukan metode ini dapat mengurangi arsenik anorganik sekitar 50 persen pada beras merah dan 58 persen pada beras putih.
Jadi, bukan berarti nasi harus dihindari. Mengganti jenis beras secara berkala, tidak terlalu bergantung pada nasi setiap hari, dan memilih cara masak yang tepat bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan arsenik. (*)







