Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Tepat satu dekade setelah sekuel Ada Apa dengan Cinta? (AADC) ditayangkan pada 2016, perjalanan Cinta dan Rangga kembali dilanjutkan melalui film pendek 'Bahasa Cinta yang Beda'. Dian Sastrowardoyo kembali memerankan Cinta, beradu peran dengan Sissy Prescillia, dengan Teddy Soeriaatmadja sebagai sutradara.

Bagi Dian, kesempatan kembali mengenakan karakter yang begitu lekat dengan perjalanan kariernya itu terasa istimewa. Ada kegembiraan, tetapi juga kesadaran bahwa Cinta yang ditemuinya kali ini bukan lagi sosok yang sama seperti satu dekade lalu.

“AADC selalu punya tempat spesial di hati aku, jadi excited banget bisa mendapat kesempatan untuk melanjutkan chapter hubungan Cinta dan Rangga,” ujar Dian saat gala premiere Bahasa Cinta yang Beda yang diadakan oleh Royco di XXI Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta pada Jumat (11/9/2026).

Yang menarik, cerita baru ini tidak membawa Cinta kembali ke masa ketika ia dan Rangga sedang mencari arti cinta. Sebaliknya, penonton diajak melihat apa yang terjadi setelah cinta ditemukan dan hubungan pernikahan dijalani selama bertahun-tahun.

| Baca Juga: Garap Kelanjutan 'AADC', Teddy Soeriaatmadja Akui Punya Banyak Tantangan

“Kali ini kita tidak lagi melihat mereka dalam fase mencari atau menemukan cinta, tetapi setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama, ada rutinitas, kesibukan, dan jarak yang membuat koneksi antara mereka terasa semakin datar,” katanya.

Di situlah kisah Cinta menjadi lebih dekat dengan kehidupan banyak orang. Sebab, dalam hubungan yang sudah berjalan lama, persoalannya terkadang bukan lagi bagaimana mendapatkan cinta, melainkan bagaimana mempertahankan kedekatan ketika kehidupan mulai dipenuhi berbagai kesibukan.

Sepuluh Tahun Kemudian, Cinta Pun Berubah

Bagi Dian, perubahan Cinta setelah satu dekade merupakan bagian penting dari cerita.

Ia melihat Cinta sebagai manusia yang tentu mengalami perkembangan. Pengalaman, waktu, hubungan, pekerjaan, dan berbagai persoalan hidup membentuk seseorang menjadi pribadi yang berbeda dari sebelumnya.

| Baca Juga: Cinta dan Rangga Kembali di 'AADC', Diceritakan Sudah 10 Tahun Menikah

“Seperti manusia biasa, aku membayangkan Cinta juga pasti punya banyak sekali character development,” tutur wanita kelahiran Jakarta, 16 Maret 1982 itu.

Perkembangan itu, menurut Dian, dibangun dengan hati-hati. Karakter Cinta dikembangkan melalui proses penulisan dan diskusi untuk tetap menjaga dunia AADC sekaligus memberikan ruang bagi karakter-karakternya untuk tumbuh.

Hasilnya adalah Cinta yang menghadapi persoalan yang jauh lebih dewasa. Bukan lagi sekadar persoalan perasaan yang berbunga-bunga, melainkan bagaimana menjaga hubungan ketika waktu menjadi sesuatu yang semakin sulit didapatkan.

“Yang pasti aku melihat ada tantangan juga yang beda. Karena ada di zaman yang sudah berlanjut ini, dengan selang sekian tahun, ternyata si Cinta itu juga punya tantangan baru dalam menjalin hubungannya dengan Rangga,” ujar Dian.

| Baca Juga: Dian Sastrowardoyo Latihan Intensif Jadi Dokter Bedah demi Peran di Film DOTS

Tantangan itu justru datang dari hal-hal yang sangat biasa: pekerjaan, tugas, kesibukan, hingga jarak.

“Menjadi orang yang jauh lebih dewasa, ternyata tantangannya tuh hal-hal sehari-hari. Jadi kesibukan, ada jarak, ada tugas, ada pekerjaan yang membuat kita tuh jadi mungkin nggak semulus dulu,” kata pemeran Aruna dalam film Aruna & Lidahnya itu.

Ketika Puisi Tak Lagi Menjadi Jawaban

Perubahan kehidupan Cinta dan Rangga kemudian membawa satu pertanyaan penting: bagaimana menunjukkan cinta ketika cara-cara lama mungkin tidak lagi cukup?

Dulu, sebuah buku dengan selipan puisi bisa menjadi gestur yang begitu berarti. Namun, menurut Dian, hubungan yang telah berjalan bersama waktu membutuhkan bentuk perhatian yang berbeda.

| Baca Juga: Iyus Jenius Tayang Hari Ini, Gandhi Fernando Dobrak Dominasi Film Horor dengan Genre Anak

“Mungkin kalau dulu dikirimin buku sama ada selipan puisinya, itu udah berbunga-bunga banget. Zaman sekarang gimana ya? Nggak bisa gitu lagi, harus dicarilah bahasa cinta yang beda,” ujar pemeran Dasiyah dalam web series Gadis Kretek itu.

Bahasa Cinta Sang Mama

Bahasa cinta, menurut Dian, tidak memiliki satu bentuk yang berlaku untuk semua orang. Apa yang dianggap romantis oleh seseorang belum tentu memiliki arti yang sama bagi orang lain.

Dian tidak hanya membicarakan bahasa cinta sebagai bagian dari cerita Cinta dan Rangga. Ia menemukan bentuknya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu yang paling ia ingat adalah perhatian dari sang ibu.

| Baca Juga: Lakoni Adegan Dewasa Bareng Darius Sinathrya, Shania Gracia Didampingi Intimacy Coordinator

Ketika melihat Dian kelelahan setelah menjalani syuting, sang ibu terkadang menyiapkan sarapan untuk dibawa. Makanan itu dibuat dengan resep khas sang ibu.

“Aku sama mama, kadang-kadang mama tuh kalau lagi ngelihat aku kecapean syuting, biasanya mama tuh langsung bikinin breakfast buat dibawa,” ujar ibu dari Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo (15) dan Ishana Ariandra Nariratana Sutowo (13) itu.

Bagi orang lain, mungkin itu hanya sarapan. Namun, bagi Dian, makanan tersebut memiliki makna yang jauh lebih personal karena dibuat oleh seseorang yang mengenalnya dengan baik.

“Mama tuh punya signature meal-nya dia. Itu resepnya dialah,” katanya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: