Aghniny Haque Habiskan 2 Bulan Belajar Bahasa Isyarat Demi Peran di Film Produksi Malaysia
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Aghniny Haque dipercaya menjadi pemeran utama dalam film horor Khadam, produksi kolaborasi Malaysia dan Indonesia. Dalam film ini, Aghniny beradu akting dengan aktor Malaysia Datuk Remy Ishak sebagai Awang, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, hingga aktris senior peraih penghargaan June Lojong.
Aghniny menjalani transformasi total sebagai Melor, seorang ibu tunawicara yang hidup terisolasi di tengah hutan bersama dua anaknya. Ujian hidup Melor dimulai ketika kematian sang ibu memaksanya mewarisi sesosok Khadam keluarga.
Teror kian mencekam ketika roh gaib tersebut bermanifestasi menjadi sosok kembaran dirinya yang tampak 'lebih sempurna', lalu perlahan mengambil alih kasih sayang anak-anaknya dan posisinya sebagai nyonya rumah.
Menjadi pahlawan tanpa suara, Melor harus mengerahkan insting seorang ibu lewat bahasa isyarat dan ketahanan fisik demi merebut kembali keluarganya sebelum identitasnya lenyap selamanya.
| Baca Juga: Aghniny Haque Harus Bicara Lewat Bahasa Isyarat di Film Khadam
Minim Dialog dan Belajar Bahasa Isyarat
Peran tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan kariernya karena minim dialog dan mengandalkan bahasa isyarat serta ekspresi emosi.
Aktris 29 tahun ini mengungkapkan dirinya mendapat waktu persiapan yang cukup panjang untuk mendalami karakter Melor. Menurutnya, kesempatan terlibat dalam proyek lintas negara ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri.
“Sebenarnya pertama-tama ini adalah sebuah privilege bisa bekerja sama bersama Malaysia dan juga Indonesia. Saya benar-benar bisa dapat waktu yang menurut saya cukup lama, dan itu sebuah kemenangan buat saya. Saya bisa mendalami karakter saya,” kata Aghniny saat ditemui di MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin malam (14/9/2026).
Selama kurang lebih dua bulan, ia mempelajari bahasa isyarat sekaligus membangun emosi karakter Melor dan hubungan dengan dua anak dalam cerita.
| Baca Juga: Luna Maya Makin Serius Jadi Produser Eksekutif, Target 3 Film Setiap Tahun
“Kurang lebih untuk bahasa isyarat ini sekitar dua bulan untuk bisa memahami sign-nya dan juga emosinya Melor, dan juga kedekatan saya dan anak-anak,” ujarnya.
Memerankan Melor membuat Aghniny tidak banyak mengeluarkan dialog. Menurutnya, menyampaikan emosi tanpa kata-kata justru terasa jauh lebih menantang.
“Senjata utama aktor itu bagaimana cara kita menyampaikan emosi dengan berdialog. Dan ketika itu diambil, memang berasa banget,” ujarnya.
Meski demikian, karakter Melor memberikan pelajaran berharga dalam kehidupan pribadinya.
| Baca Juga: Tampil Berhijab di Film Ibadah dan Cinta, Indah Permatasari Dipuji Sang Suami
"Perannya Melor benar-benar menurut aku pure banget. Dari situ aku belajar untuk menjadi manusia yang lebih humble lagi,” tutur Aghniny.
Tak Lagi Gunakan Method Acting Demi Menjaga Kewarasan
Peran Melor yang penuh tekanan memunculkan pertanyaan apakah karakter ini menjadi salah satu pengalaman paling menguras emosi bagi Aghniny.
Bintang film Mencuri Raden Saleh itu mengaku kini memiliki cara pandang berbeda dalam menjalani karakter berat.
“Kalau dulu saya mendapati karakter yang cukup berat, akhirnya saya suka kesedihan itu. Tapi sekarang yang paling utama di dalam hidup saya adalah kewarasan saya,” kata Aghniny.
Ia menegaskan dirinya bukan penganut method acting dan memilih menjaga batas antara kehidupan pribadi dan karakter yang diperankan.
“Saya banyak belajar dari karakter saya, tapi juga saya respect sama karakter saya. Saya ingin bisa berdampingan dengan dunia keaktoran dan juga aku pribadi,” lanjutnya.
Membangun Set Rumah di Tengah Hutan
Proses produksi Khadam berlangsung selama 34 hari di kawasan Hutan Gopeng, Ipoh, Malaysia sekitar akhir Agustus hingga September 2025 lalu. Suasana di film dibangun seperti era tahun 1950 an dimana listrik belum ada.
Aghniny menjelaskan lokasi tersebut berada sekitar tiga jam perjalanan dari Kuala Lumpur. Lokasi hutan dipilih karena menjadi elemen penting dalam membangun atmosfer mencekam film.
| Baca Juga: Ini Ungkapan Perasaan Dian Sastrowardoyo Kembali Jadi Cinta Setelah 10 Tahun
“Proses syutingnya itu sekitar 34 hari. Ada di Hutan Gopeng, itu ada di Ipoh. Kurang lebih tiga jam dari Kuala Lumpur,” ungkapnya.
Executive Producer Lina Tan menambahkan, seluruh rumah yang menjadi tempat tinggal Melor dibangun khusus di tengah hutan agar terlihat alami di kamera.
Menurut Lina, kawasan Gopeng memiliki sungai, gua, dan hutan yang masih asri. Namun tim produksi tetap harus membersihkan semak-semak sebelum membangun rumah tersebut dari awal.
“Tempat itu ada sungai, ada cave, ada hutan. Tapi kami perlu membersihkan semak-semak, lalu membawa satu rumah dan membangunnya dari scratch di lokasi itu. Jadi ketika kamera merekam, yang terlihat hanya hutan,” jelas Lina Tan.
| Baca Juga: Alan Ritchson ‘Reacher 4’ Umumkan Perceraian Setelah 20 Tahun Pernikahan
Proyek film ini merupakan kolaborasi dua negara serumpun yang diproduksi oleh Red Communications dan Komet Productions (Malaysia) bersama MAGMA Entertainment dan VMS Studio (Indonesia), disutradarai oleh Shamyl Othman, dengan naskah garapan Fariza Azlina.
Skala internasionalnya kian diperkuat lewat dukungan Sil-Metropole Organisation (Hong Kong China), Applause Entertainment (India), serta Golden Screen Cinemas dan Primeworks Studios (Malaysia).
Sebelum tiba di Indonesia, Khadam telah membuktikan taringnya di pasar internasional dengan mencetak pendapatan box office fantastis lebih dari USD 1,3 juta saat tayang di bioskop Malaysia mulai 11 Juni 2026 lalu. Film ini juga sukses meneror bioskop Kamboja dan Singapura, serta dijadwalkan tayang di Hong Kong dan Macau pada Oktober 2026. (*)







