Berdamai dengan Penuaan, Luna Maya Tanggapi Santai Cibiran Netizen Soal Wajahnya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Luna Maya, kerap menjadi sasaran komentar miring netizen terkait penampilannya. Di usianya yang menginjak 43 tahun, istri Maxime Bouttier ini acap kali dicibir terlihat menua, terutama usai membagikan foto tanpa filter di media sosial maupun saat melakukan siaran langsung (live).
Menanggapi berbagai cibiran dan perundungan fisik (body shaming) tersebut, Luna Maya akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan dirinya sama sekali tidak takut dicibir tua. Baginya, bertambahnya usia adalah siklus alami kehidupan yang mustahil untuk dilawan.
"Emang harus takut? Saya sih sudah berdamai dengan hal itu. Karena penuaan adalah suatu hal yang sangat alami dan pasti akan terjadi. Bahkan anak kecil atau bayi sekalipun, kalau diberi umur panjang, pasti akan melalui proses itu. Jadi tidak ada sesuatu yang harus dihindari ataupun ditakuti," jelas Luna Maya saat perilisan 'Desember Jani' di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Luna menaruh harapan bahwa pertambahan usia seharusnya berjalan beriringan dengan kematangan spiritual dan emosional.
| Baca Juga: Bertemu di HYROX Bangkok, Interaksi Luna Maya dan Daou Pittaya Bikin Fans Salah Fokus
"Saya pribadi hanya berharap seiring bertambahnya usia (as we go older), kita bisa menjadi lebih bijaksana (wise), memiliki lebih banyak ilmu dan pengetahuan (knowledge)," ungkap bintang film Suzzanna ini.
Berani Belajar dari Kesalahan
Bintang film Jalan Pulang ini tidak menampik bahwa manusia kerap melakukan kesalahan, namun proses belajar dari kekhilafan adalah esensi utama kedewasaan.
"Ya kalau sekali dua kali kita melakukan kekhilafan atau salah langkah (slip), namanya juga manusia, yang terpenting kita belajar dari situ (welearn and grow). Kita bertumbuh dalam banyak hal. Jadi, saya sudah sangat berdamai dengan fase penuaan," tambahnya.
Tidak dipungkiri, Luna Maya sempat merasa terusik saat dicap tua saat usianya masih kepala tiga. Namun kini, pola pikirnya telah bergeser.
| Baca Juga: Maxime Bouttier Siap Jadi Ayah, Luna Maya Mulai Program Kehamilan 2027
"Mungkin di usia-usia sebelumnya ada rasa takut atau cemas, bahkan kalau diejek 'tua lu' rasanya kaget atau tersinggung. Tapi untuk saya sekarang, hal seperti itu justru terasa lucu," ucap Luna Maya santai.
Luna Maya berpendapat, orang yang takut tua atau tidak menghargai proses tersebut, artinya tidak menghargai atau menerima ketetapan semesta.
"It's does not embrace this universe. Itu kan ciptaan Tuhan. Jadi kalau menolaknya, sama saja melenceng dari keyakinan tersebut," papar wanita kelahiran Denpasar 26 Agustus.
Bagikan Kunci Sehat dan Bahagia
Ketika disinggung mengenai rahasia kebugaran dan metode menjaga fisik tetap awet muda, Luna membantah anggapan bahwa gaya hidup sehat menuntut pengeluaran biaya yang fantastis. Kunci utamanya justru terletak pada koneksi batin dengan alam terbuka.
| Baca Juga: Luna Maya Bangun TK di Flores, Wujudkan Keinginan Tante Sebelum Meninggal
"Tips sehat, salah satunya adalah jalan-jalan (traveling). Tapi jalan-jalan itu tidak harus selalu diartikan sesuatu yang mahal, mewah, atau pergi jauh ke luar negeri," ujarnya.
Ia bahkan membandingkan kehidupannya dengan masyarakat di daerah pelosok yang menurutnya memiliki privilese udara bersih dan pemandangan asri alami.
"Banyak teman-teman kita yang tinggal di pelosok Indonesia, di daerah timur, atau di pesisir pantai seperti Aceh—yang bahkan halaman rumahnya langsung menghadap ke alam yang indah. Saya justru merasa iri (sirik) positif dengan mereka, karena pemandangan alamnya luar biasa indah tanpa harus pergi ke mal atau ke luar negeri," ungkap Luna.
Kecintaan Luna terhadap alam didasari oleh prinsip keseimbangan hidup serta menjaga kelestarian lingkungan.
| Baca Juga: Profil Calon Istri Andre Taulany, Amanda Rigby yang Punya Bisnis dan Jago Main Bola
"Kuncinya adalah keseimbangan (balance) dan dekat dengan alam. Kita harus menghargai alam: jangan dikotori, jangan dirusak. Bersantai sambil membaca buku di gunung atau menikmati alam terbuka itu sangat membantu menyegarkan pikiran dan menjaga kesehatan," jelas Luna Maya.
Bungsu dari dua bersaudara ini mengaku belajar dari ibunya Maya adalah Desa Maya Waltraud Maiyer atau Waltraud Maria Maier yang sangat dekat dengan alam sebagai upaya menjaga keseimbangan hidup.
"Ibu saya orang yang dekat dengan alam. Rumahnya dekat pantai, suka berenang, dan menikmati hidup santai. Kalau saya merasa penat dengan rutinitas, saya memilih pulang ke Bali dan mencari tempat yang tenang, bukan daerah pesta atau keramaian seperti Canggu," terangnya Luna Maya.
Disiplin Olahraga Tiap Hari dan Kendali Porsi Makan
Di luar aspek mental dan rekreasi alam, Luna Maya juga membeberkan komitmennya dalam menjaga kondisi fisik harian. Olahraga teratur dan pola makan berkesadaran menjadi pondasi utama kebugarannya.
| Baca Juga: Begini Kehidupan 'Warga Biasa' Meghan Markle Usai Kembali Menetap di Inggris
"Kalau olahraga, saya usahakan hampir setiap hari. Bisa pilates, tennis, hyrox," kata Luna.
Terkait asupan nutrisi harian, Luna menolak diet ketat yang menyiksa, melainkan lebih mengandalkan kepekaan tubuh serta moderasi porsi.
"Kalau makanan, di usia sekarang kita sebenarnya sudah punya kepekaan atau kesadaran (sense) mana makanan yang baik untuk tubuh dan mana yang tidak. Tapi kalaupun sedang ingin makan sesuatu yang kurang sehat dan sulit menahannya, ya porsinya dikurangi atau dikontrol jadi porsi kecil saja," paparnya. (*)







